PRIBUMI.co.id, Romantika – “Dari mana Ma? Jam segini baru pulang?, sambil melirik jam, Lisa terus berlalu masuk ke kamar tanpa menghiraukan pertanyaan suaminya.
Awan membuntuti istrinya ke kamar, “Kok tidak di jawab?, memangnya mama kerja sampai larut begini?
“Iyya,” jawab Lisa singkat.
Sejak satu bulan terakhir, sikap Lisa berubah semenjak Awan tidak lagi bekerja karena PHK perusahaanya melakukan pengurangan karyawan besar besaran dan salah satunya adalah Awan. Semenjak itu Lisa sering uring-uringan dan pulang malam.
Lisa adalah gadis idola di daerah kami, dia bekerja di salah satu salon kenamaan. Bodynya yang seksi dan good looking menjadi incaran kaum adam.
Pertemuan pertama Awan dan Lisa di salon tempat Lisa bekerja saat Awan masih bekerja di perusahaan terkemuka di kota itu. Dengan postur yang tinggi, wajah yang lumayan dan pekerjaan yang menjanjikan tentu bagi Awan sangat mudah untuk meraih hati Lisa.
Setelah pertemuan pertama, Awan dan Lisa memutuskan untuk menikah setelah perkenalan selama tiga bulan.
Mendambakan istri yang cantik rupawan adalah impian setiap lelaki, saat itu Awan merasa dia adalah pemenang dari sekian banyak pria yang mendekat, dia-lah yang berhasil menaklukkan hati Lisa dan berhasil meminanngnya. Menikahi gadis cantik bak artis ibu kota.
Rumah Tangga Awan dan Lisa
Kehidupan rumah tangga mereka berjalan selayaknya rumah tangga pada umumnya dan selalu berangkat kerja bersama-sama.
Namun, semenjak Awan terkena PHK dan belum kembali mendapat pekerjaan, sikap Lisa sangat berubah. Tidak lagi semanis dahulu dan selalu pulang tengah malam dengan alasan bekerja.
“Ma… papa nanti mau cari kerja. Doakan semoga bisa mendapatkan pekerjaan lagi?,” kata Awan.
“Iyya, buruan sana berangkat. Nanti keduluan orang lain,” jawab Lisa.
Awan selalu sabar dan mengerti mengapa sikap Lisa menjadi dingin, kebutuhan yang semakin meningkat sementara Ia sebagai kepala rumah tangga tidak mampu menopang ekonomi keluarga lagi.
Bahkan, ketika Lisa tidak lagi ingin melakukan pekerjaan rumah tangga seperti memasak, mencuci dan membersihkan rumah, Awan dengan senang hati mengambil alih semua itu.
Suatu hari, Awan mulai curiga dengan istrinya yang pulang dengan diantar seorang lelaki menggunakan mobil. Ketika ditanya, Lisa hanya menjawab ketus.
“Tadi itu siapa yang antar Ma?,” tanya Awan.
“Teman,” jawab Lisa
“Apa harus selalu pulang malam ma?,” tanya Awan lagi.
“Menurut kamu, dengan saya ada di rumah uang bisa mengalir begitu saja, sementara kamu jadi pengangguran,” jawab Lisa dengan nada tinggi.
Awan hanya terdiam, sadar akan yang dikatan Lisa itu benar.
Keesokan harinya, Awan kembali mencoba peruntungan mencari pekerjaan di beberapa perusahaan. Saat menjelang siang, Awan berinisiatif untuk melepas penat di salah satu cafe, namun betapa sangat terkejutnya ia saat melihat istrinya dengan lelaki lain sedang berada di cafe yang sama.
Awan sejenak terdiam dan melangkah keluar. Melupakan penat yang ada, bergegas keluar dari cafe itu dan kembali ke rumah. Awan ingin menyelesaikan semua dengan cara yang baik tidak mempermalukan siapapun.
Saat Istrinya datang, Awan mencoba bertanya, “Mama tadi siang dari mana?”
“Di salon lah, di mana lagi harusnya?,” jawab Lisa.
Mendengar itu, sudah terbukti kalau Lisa berbohong dan menyembunyikan sesuatu. Namun Awan sengaja menyimpan sebelum memiliki bukti.
“Ma, berteman dengan lawan jenis boleh asalkan tidak melewati batas,” ujar Awan.
Namun, istrinya seakan tidak peduli perkataan suaminya, ia bergegas ke kamar dan menutup pintu dengan keras.
Awan yang belum mendapatkan pekerjaan dan terus menerus gelisah dengan sikap istrinya yang sangat berubah berinisiatif mengikuti istrinya, dan betapa kagetnya ia saat melihat istri bukannya ke salon seperti yang Lisa selalu katakan, malah ke hotel bersama pria yang sama yang ia temui di cafe saat itu. Awan seperti di sambar petir, tidak hanya hatinya yang hancur tapi juga harga dirinya.
Namun, ia tetap bersabar menahan emosi yang hampir membuncah. Mencoba menenangkan diri menahan emosi, Ia duduk di lobi hotel sembari menunggu istrinya dan lelaki itu dan betapa kagetnya Lisa saat melihat Awan yang ada di hotel itu.
“Bisa ke sini sebentar,” kata Awan dengan wajah memerah.
Lisa dan lelaki itu berjalan perlahan ke arah Awan.
“Saya sudah melihat langsung kelakuan kamu, dan tentu saja tidak ada lagi alasan untuk mempertahankan kamu,” ujar Awan.
Awan terdiam sejenak, menarik nafas dan melanjutkan perkataannya.
“Dengan ini saya ingin menalak kamu, talak 3 semoga dengan demikian kamu bisa menikah dengan lelaki ini hidup bahagia dan tidak lagi melakukan hubungan terlarang,” tegas dia.
Lisa terdiam tidak mampu berkata kata, sementara lelaki yang di sampingnya pucat fasih.
Awan berjalan meninggalkan dua sejoli itu, ia terus berjalan menjauh dan pergi dari kehidupan Lisa.
Sejak hari itu, Awan memutuskan pindah dan kembali ke kota kelahirannya. Beberapa tahun setelah perceraiannya Awan memutuskan menikah lagi dan memiliki seorang anak.
Di kota kecil itu, Awan memulai hidup baru, memulai bisnis kecil-kecilan bersama keluarga kecilnya. Meskipun hidup sederhana namun penuh dengan kebahagiaan. Kecantikan tidak menjamin akhlak yang baik, dan kebahagiaan yang terpenting adalah mencari pasangan yang memberikan rasa aman dan nyaman.
Belum tentu yang indah itu aman, sama seperti bunga Mawar, ia menyimpan duri di balik keindahannya yang suatu saat akan melukai.
Cinta itu rumit, dan setiap insan memiliki penafsiran cinta sendiri-sendiri.





