Hak Nakes Dipersoalkan, Puskesmas Liukang Kalmas Disorot

  • Bagikan

Pribumi.co.id Pangkep — Persoalan internal di Puskesmas Liukang Kalmas kembali mencuat. Seorang tenaga kesehatan yang mengaku telah mengabdi sekitar 10 tahun menyebut hak pembayarannya belum diterima selama kurang lebih satu tahun.

Ia juga mengaku jasa tindakan medis yang diterimanya mengalami pemotongan tanpa penjelasan yang dinilai transparan.

“Yang paling miris, jasa tindakan medis kami juga dipotong tanpa alasan yang jelas,” ujarnya.

Tenaga kesehatan tersebut juga mengaku telah dua kali menerima surat peringatan. Persoalan semakin menjadi perhatian setelah disebut salah satu dari dua pegawai yang menerima surat peringatan merupakan anak kandung Kepala Puskesmas. Hal ini masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.

Tokoh masyarakat Kepulauan Mamal meminta persoalan tersebut segera dievaluasi agar tidak berdampak pada pelayanan kesehatan masyarakat.

“Kami sangat membutuhkan tenaga medis di wilayah kepulauan. Jangan sampai persoalan internal justru berdampak terhadap pelayanan masyarakat,” katanya saat di temui di kedai kopi99 pada Selasa (15/9/2026).

Anggota DPRD Pangkep dari Fraksi Golkar Komisi II, Muchtar Sali, juga meminta pemeriksaan menyeluruh, termasuk terkait pemberian sanksi, pembayaran hak tenaga kesehatan, dan pengelolaan jasa tindakan medis.

“Kalau ada persoalan, jangan begitu gampang memberikan sanksi. Tenaga kesehatan sangat dibutuhkan, khususnya di wilayah kepulauan,” kata Muchtar melalui WhatsApp.

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Puskesmas Liukang Kalmas belum memberikan klarifikasi.

Redaksi Pribumi membuka ruang klarifikasi dan hak jawab bagi Kepala Puskesmas maupun pihak terkait untuk menjelaskan persoalan tersebut secara utuh.

  • Bagikan