Pribumi.co.id, Pangkep – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen), Dr Fajar Riza Ul Haq, menegaskan bahwa transformasi pendidikan di era digital tak bisa ditawar-tawar lagi. Menurutnya, guru harus terus berkembang dan tak boleh tertinggal dari laju teknologi yang kian pesat.
Hal itu disampaikan Fajar saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Pendidikan yang digelar oleh Majelis Dikdasmen dan Pendidikan Nonformal (PNF) PDM Muhammadiyah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), di Ruang Pola Kantor Bupati Pangkep, Kamis (12/6/2025).
Dalam paparannya, Fajar mengangkat tema tentang pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai bagian dari transformasi pendidikan menuju kualitas yang merata dan inklusif. Dia menyebut, guru harus membudayakan semangat belajar sepanjang hayat agar mampu menjawab tantangan zaman.
“Guru harus jadi pembelajar sepanjang hayat. Harus bangun budaya belajar antar sesama guru — saling observasi, evaluasi, dan berbagi masukan,” kata Fajar.
Dia menyebut para siswa saat ini telah lekat dengan teknologi, bahkan terbiasa menggunakan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (AI) dalam kegiatan belajar mereka.
“Anak-anak kita sudah hidup dalam dunia digital. Di jenjang SMP dan SMA, mereka sudah biasa pakai aplikasi AI untuk mengerjakan tugas. Kalau gurunya tidak ikut belajar, maka akan tertinggal jauh,” ujarnya mengingatkan.
Meski demikian, Fajar menegaskan bahwa teknologi tidak akan bisa menggantikan peran guru, terutama dalam membentuk karakter siswa — sebuah hal yang sangat krusial di tingkat SD dan SMP.
“Peran guru sebagai pembimbing karakter tak bisa digantikan AI. Guru harus jadi inspirasi agar anak tumbuh jadi pribadi yang positif, berakhlak baik, dan punya integritas,” tegasnya.
Sebelumnya, Bupati Pangkep Muhammad Yusran Lalogau (MYL) juga mengungkapkan pentingnya perhatian pemerintah pusat untuk mendukung pemerataan pendidikan, terutama di wilayah kepulauan dan daerah terpencil di Pangkep.
“Kami terus anggarkan pembangunan rumah dinas bagi guru dan tenaga kesehatan. Harapannya, ada bantuan dari pusat yang bisa mempercepat pembangunan layanan pendidikan di wilayah-wilayah kepulauan kami,” ujar MYL.
Seminar ini menjadi ruang refleksi penting bagi para pemangku kepentingan pendidikan, untuk bersama-sama mendorong pembelajaran yang tak hanya adaptif terhadap teknologi, tapi juga tetap berakar pada nilai dan karakter.








