Pribumi.co.id pangkep — Potensi UMKM di Kelurahan Sibatua, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), kini mulai dipetakan secara lebih terstruktur.
Langkah tersebut dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melalui program pemetaan potensi UMKM dan fasilitas Kelurahan Sibatua.
Program ini tidak sekadar menghasilkan sebuah peta. Mahasiswa berupaya membangun basis data awal mengenai potensi ekonomi dan kondisi wilayah yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun Pemerintah Kelurahan Sibatua untuk mendukung pengembangan ekonomi lokal.
Pemetaan dilaksanakan oleh Nur Halisa Aprilianti, mahasiswa Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Fakultas Teknik Unhas, sebagai bagian dari program kerja utama kelompok KKN-T Gelombang 116 di Kelurahan Sibatua.
Mengubah Data Lapangan Menjadi Informasi
Program tersebut berangkat dari kondisi masih terbatasnya informasi terpadu mengenai lokasi UMKM, fasilitas pelayanan umum, serta potensi wilayah Sibatua.
Padahal, keberadaan data spasial dapat membantu masyarakat dan pemerintah melihat kondisi wilayah secara lebih mudah dan menyeluruh.
Selain itu, sejumlah pelaku UMKM dan usaha rumahan masih memiliki keterbatasan dalam memperkenalkan usaha serta produk mereka melalui media digital.
Untuk menjawab persoalan tersebut, mahasiswa turun langsung melakukan survei dan pendataan.
Informasi yang dihimpun mencakup nama usaha, jenis produk, lokasi, kontak pelaku usaha, serta dokumentasi produk dan lokasi UMKM.
Data tersebut kemudian diolah menggunakan perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (GIS) sehingga dapat ditampilkan dalam bentuk peta yang lebih informatif.
Gandeng Koordinator UMKM
Dalam proses pendataan, mahasiswa KKN-T berkolaborasi dengan Sudirman, S.P., Koordinator UMKM Kelurahan Sibatua sekaligus pemilik Barakka Jaya.
Sudirman membantu mahasiswa dalam mengidentifikasi keberadaan dan persebaran UMKM sekaligus memfasilitasi koordinasi dengan sejumlah pelaku usaha.
Menurut Sudirman, program tersebut memberikan manfaat karena keberadaan UMKM dapat mulai terdokumentasi secara lebih sistematis.
“Kami sangat berterima kasih kepada mahasiswa KKN yang telah membantu menghadirkan peta persebaran UMKM ini. Sepengetahuan saya, ini merupakan salah satu peta titik UMKM pertama yang dibuat di Pangkep,” kata Sudirman kamis (13/8/226).
Ia menilai peta tersebut dapat menjadi langkah awal menuju pendataan UMKM yang lebih lengkap dan terarah.
“Ke depannya, peta ini dapat menjadi dasar untuk melakukan pendataan UMKM yang lebih lengkap dan terarah, sehingga keberadaan serta potensi UMKM di wilayah ini dapat lebih mudah diketahui dan dikembangkan,” lanjutnya.
Bukan Hanya UMKM
Selain memetakan UMKM, mahasiswa juga melakukan identifikasi terhadap fasilitas pelayanan umum dan sejumlah potensi wilayah Kelurahan Sibatua.
Data tersebut kemudian diintegrasikan dalam peta yang memuat beberapa informasi penting, seperti persebaran UMKM, fasilitas pelayanan umum, jaringan jalan, batas administrasi, dan potensi wilayah.
Hasil utama program berupa Peta Sebaran UMKM Kelurahan Sibatua, lengkap dengan gambar produk dan lokasi usaha dari UMKM yang berhasil didata.
Mahasiswa juga menyusun data dalam format Excel yang memuat informasi UMKM serta fasilitas pelayanan umum yang ditemukan selama proses survei.
Diharapkan Berlanjut Setelah KKN
Bagi masyarakat, peta tersebut diharapkan dapat menjadi media untuk mengenali keberadaan UMKM sekaligus mengetahui produk yang tersedia di wilayah Kelurahan Sibatua.
Bagi pelaku usaha, pencantuman lokasi dan informasi produk dapat membantu memperluas pengenalan usaha kepada masyarakat.
Sementara bagi pemerintah kelurahan, data tersebut dapat menjadi basis informasi awal untuk melakukan pemutakhiran data, memahami kondisi wilayah, serta mendukung perencanaan dan pengembangan ekonomi lokal.
Program ini juga menunjukkan bagaimana ilmu yang diperoleh mahasiswa di perguruan tinggi dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan informasi di tengah masyarakat.
Seluruh rangkaian kegiatan dilakukan selama periode KKN-T, mulai dari survei lapangan, pendataan UMKM, identifikasi fasilitas dan potensi wilayah, pengolahan data, penyusunan peta, pencetakan hingga penyerahan hasil kepada Pemerintah Kelurahan Sibatua.
Dengan tersusunnya peta dan basis data tersebut, program KKN-T Unhas Gelombang 116 diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan akademik sementara, tetapi meninggalkan data yang dapat terus diperbarui dan dimanfaatkan sebagai salah satu fondasi informasi pembangunan di Kelurahan Sibatua.




