Diduga Salah Sasaran! Warga Balocci Baru Keluhkan Bantuan Bedah Rumah untuk Warga yang Telah Meninggal

  • Bagikan

Pribumi.co.id, Pangkep — Program Bantuan Bedah Rumah di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) kembali menuai sorotan publik. Warga Kelurahan Balocci Baru mengungkap adanya dugaan salah sasaran dalam penyaluran bantuan tersebut.

Mereka menilai bantuan itu justru diterima oleh rumah milik warga yang sudah lama meninggal dunia, sementara banyak warga miskin yang masih tinggal di rumah tak layak huni justru belum tersentuh program serupa.

Temuan ini mencuat dalam kegiatan Reses atau Temu Konstituen Masa Sidang Pertama Tahun 2025 yang digelar oleh Anggota DPRD Pangkep dari Fraksi PAN, Abdul Rauf, S.Pd., M.Pd., di Daerah Pemilihan I (Kecamatan Pangkajene, Minasatene, dan Balocci) pada Rabu (15/10/2025).

Acara yang dihadiri aparat kelurahan, tokoh masyarakat, dan warga berlangsung hangat. Sejumlah aspirasi dan keluhan masyarakat disampaikan langsung kepada legislator asal Partai Amanat Nasional itu.

Salah satu warga, Abdul Latif, secara terbuka menyampaikan keprihatinannya atas dugaan ketidaktepatan sasaran tersebut.

“Bantuan itu diberikan kepada rumah warga yang sudah lama meninggal, padahal masih banyak warga miskin yang tinggal di rumah tak layak huni,” ujarnya, yang disambut anggukan dari sejumlah warga yang hadir.

Selain persoalan bantuan rumah, warga juga menyoroti berbagai masalah lain seperti akses air bersih yang masih mengandalkan swadaya masyarakat, saluran irigasi pertanian yang tidak berfungsi optimal, hingga kerusakan jalan dan jembatan tani di wilayah Sumpabita yang sudah lama dibiarkan.

Warga lain, Rugania, menuturkan kondisi memprihatinkan jembatan tani yang menjadi akses utama warga.

“Kami sudah beberapa kali mengajukan perbaikan, tapi belum pernah direalisasi. Sekarang kami tambal pakai bambu supaya bisa dilewati, tapi itu pun sangat berbahaya,” keluhnya.

Menanggapi hal tersebut, Abdul Rauf mengaku prihatin dan berjanji akan menindaklanjuti laporan warga bersama pihak terkait.

“Kalau benar ada kejadian seperti itu, mari kita bicarakan secara baik dengan pemerintah. Saya akan komunikasikan langsung dengan Bupati,” tegasnya.

Politisi PAN itu menambahkan, air bersih dan irigasi pertanian akan menjadi fokus perjuangannya dalam pembahasan APBD 2026.

“Air bersih dan irigasi adalah kebutuhan dasar masyarakat. Ini akan kami perjuangkan, baik di tingkat kabupaten, provinsi, maupun pusat,” jelasnya.

Abdul Rauf juga mengingatkan masyarakat agar memahami peran DPRD sebagai lembaga pengawasan dan penyambung aspirasi rakyat.

“Tugas kami memastikan aspirasi warga didengar dan diperjuangkan. Pelaksana teknisnya tetap berada di pemerintah daerah,” terangnya.

Di akhir kegiatan, ia menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi jalannya program pembangunan.

“Kritik masyarakat itu penting dan berharga. Dari situ kami tahu apa yang harus diperjuangkan,” pungkasnya.

Sementara itu, sejumlah warga sekitar yang enggan disebutkan namanya membenarkan dugaan tersebut.

“Pemilik rumah penerima bantuan itu sudah lama meninggal dunia, Pak,” ujar salah seorang warga kepada wartawan Pribumi.co.id.

Warga lainnya menambahkan,

“Yang diusulkan sebenarnya dua rumah warga yang betul-betul tidak mampu, tapi justru rumah orang yang sudah meninggal yang dibedah. Kami juga heran,” ucapnya.

Di sisi lain, Wakil Sekretaris Lurah Balocci Baru yang hadir di lokasi mengaku belum mengetahui detail peristiwa tersebut.

“Saya baru pindah di sini, Pak, jadi belum tahu kronologinya,” ujarnya singkat.

Redaksi Pribumi.co.id juga telah berupaya menghubungi Lurah Balocci Baru untuk meminta klarifikasi melalui pesan WhatsApp. Namun hingga berita ini diturunkan, belum ada balasan.

  • Bagikan