Hangat Ramadan di Minasatene, Syamsinar Dengarkan Suara Warga hingga Senja

  • Bagikan

Pribumi. co. id Pangkep — Terik matahari Ramadan tak menyurutkan langkah ratusan warga memadati Jalan Maccini Oto, Kelurahan Bonto Kio, Kecamatan Minasatene, Selasa (3/3/2026). Di lokasi itu, Anggota DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Syamsinar, menggelar reses Masa Sidang II Tahun 2026.

Lebih dari 200 warga hadir dalam kegiatan yang berlangsung di Daerah Pemilihan (Dapil) I tersebut. Tokoh masyarakat, pemuda, hingga perwakilan perempuan duduk bersila di bawah tenda sederhana. Sebagian membawa catatan, lainnya menyampaikan langsung keluhan dan harapan. Mereka datang dengan satu tujuan: memastikan suara warga sampai ke ruang-ruang pembahasan kebijakan.

Sebagai legislator dari PPP yang bertugas di Komisi II DPRD Pangkep, Syamsinar menyebut reses sebagai ruang penting untuk menyerap aspirasi secara langsung dan terbuka.

“Momentum seperti ini menjadi kesempatan bagi kami untuk mendengar apa yang benar-benar dirasakan masyarakat. Semua masukan akan dicatat sebagai bahan pembahasan di DPRD,” ujarnya.

Dialog berlangsung cair namun terarah. Sejumlah persoalan mengemuka dari warga Maccini Oto dan sekitarnya. Pengelolaan sampah disebut perlu perhatian lebih serius. Beberapa warga juga mengutarakan kendala kepesertaan BPJS Kesehatan yang tidak aktif saat dibutuhkan, sehingga menyulitkan akses layanan medis.

Di sektor pertanian, distribusi pupuk dinilai belum merata. Sementara di kawasan permukiman, kondisi jalan lorong yang rusak dan drainase dangkal menjadi sorotan karena kerap memicu genangan saat hujan turun.

Menanggapi hal itu, Syamsinar menegaskan seluruh aspirasi akan dibawa ke forum resmi DPRD untuk dibahas bersama komisi terkait dan dikoordinasikan dengan pemerintah daerah sesuai kewenangan. Ia mengingatkan, reses bukan sekadar agenda formal, melainkan bagian dari mekanisme kerja wakil rakyat dalam menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan publik.

“Kami tentu tidak bisa menjanjikan semua persoalan selesai seketika. Namun setiap masukan akan kami perjuangkan melalui jalur dan kewenangan yang ada,” katanya.

Menjelang akhir kegiatan, suasana tetap hangat meski energi tertahan oleh puasa. Warga beranjak pulang dengan harapan sederhana: apa yang disampaikan di forum itu tidak berhenti sebagai catatan, melainkan berproses menjadi keputusan yang berdampak nyata bagi lingkungan mereka.

  • Bagikan