Prabowo Puji Jokowi di HUT Gerindra, Rocky Gerung: Kertas Permen

  • Bagikan
Prabowo Subianto. (Foto: Ist)

Pribumi.co.id, BOGOR – Ketua Dewan Pembina sekaligus Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, melayangkan pujian kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya di acara perayaan HUT ke-17 Partai Gerindra, digelar di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, pada Sabtu (15/2/2025), itu menjadi sorotan publik.

Prabowo dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa keberhasilannya tidak terlepas dari dukungan Jokowi. Ia bahkan mengajak seluruh kader Gerindra untuk memberikan tepuk tangan meriah sebagai bentuk penghargaan kepada sang presiden.

“Dan saya katakan di sini, kita berhasil karena kita didukung oleh Presiden ke-7 (Jokowi). Tepuk tangannya kurang semangat, semangat lagi,” ujar Prabowo disambut riuh tepuk tangan para kader dan tamu undangan.

Namun, pujian tersebut menuai tanggapan dari pemerhati politik Rocky Gerung. Menurut akademisi yang dikenal kritis itu, sikap Prabowo merupakan strategi politik menjelang Pilpres 2029.

“Ya kan ini didahului oleh Munas yang kemudian menjadi rakernas mungkin yang kemudian lebih ditingkatkan statusnya di Munaslub yang menghasilkan keputusan yang akhirnya menunjukkan apa sebetulnya keinginan Prabowo, yaitu ingin jadi Presiden di 2029,” ujar Rocky dalam kanal YouTube pribadinya, Minggu (16/2/2025).

Rocky menilai pujian yang disampaikan Prabowo tak ubahnya seperti pemanis atau “kertas permen” dalam politik, yang terlihat manis di luar namun memiliki maksud tersirat di dalamnya.

“Jadi kira-kira hal yang cukup mendebarkan itu tentu tidak sepengetahuan Jokowi kan, karena tiba-tiba Munasnya berubah menjadi munaslub atau rakernas jadi Munaslub. Jadi sebetulnya ada juga upaya untuk mengimbangi keputusan hari sebelumnya dan mengelu-elukkan Jokowi hari ini, kan itu soalnya. Ini semacam sugar cover, kertas permen itu supaya terlihat manis,” tambahnya.

Lebih lanjut, Rocky menilai politik selalu memiliki dua sisi, yang di satu sisi terlihat manis, namun di sisi lain menyembunyikan kepahitan.

“Tapi dalam politik selalu ada dua sisi itu, sisi yang dimanis-maniskan karena ada yang memang sudah pahit untuk ditutupi kan, itu yang terjadi,” jelasnya.

Aktivis yang pernah mengalami kriminalisasi di era Jokowi ini juga mengungkapkan bahwa pujian Prabowo ke Jokowi bisa berbalik menjadi sorotan negatif di mata publik.

“Kalau kita baca netizen, komentar itu ‘wah gila ya, kok segitunya itu, memujinya itu’, atau bahkan ada yang menganggap bahwa apa nggak berlebihan itu dalam keadaan kita lagi fokus pada upaya untuk melihat ekses dari kebijakan Jokowi yang menyebabkan kemelaratan?” pungkasnya.

Pujian Prabowo dan reaksi dari berbagai kalangan ini semakin menghangatkan spekulasi politik menjelang Pemilu 2029. Apakah ini strategi jangka panjang Prabowo untuk kembali maju dalam kontestasi nasional? Waktu yang akan menjawab.

  • Bagikan