PRIBUMI.co.id, Romantika – Setiap anak pasti mendambakan kehidupan yang harmonis, selalu berdampingan dengan ayah dan ibunya, tapi aku ditakdirkan tidak dengan itu semua.
Sejak kecil, aku disuguhkan dengan pertengkaran kedua orangtuaku yang pada akhirnya berakhir pada perceraian.
Aku ikut ibu dan tinggal bersama kakek dan nenek, setelah bercerai ibuku terus menerus menderita sakit, hingga akhirnya ibu meninggal dunia.
Dunia seakan runtuh, sedih pastinya kehilangan sosok ibu, aku kini hanya dirawat oleh kakek dan nenek dari ibu.
Ayahku menikah lagi, dan memilki anak yang lucu-lucu. Aku seharusnya bahagia memiliki adik, tidak lagi kesepian, tapi ayah seakan tak perduli dengan keberadaanku, aku tak pernah dijenguknya, bahkan komunikasi lewat telpon pun tak pernah.
Hingga aku tamat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan berniat melanjutkan pendidikan di bangku kuliah, dengan niat itu kuberanikan diri untuk datang ke ayah untuk meminta bantuan dana untuk kuliah dan ini pertama kalinya meminta sesuatu ke ayah.
Namun yang kuterima hanyalah penolakan, mereka tak menerima keberadaanku bahkan ayah kandungku sendiri.
Menangis, sakit, terluka tentu saja semua kurasakan. Ayah kandungku tak pernah menganggap aku ada bahkan mungkin aku tak dianggapnya anak.
Meski dengan semua rasa sakit, aku tetap semangat, aku kuliah dengan bantuan dana dari keluarga ibu dan mendapatkan beasiswa.
Ku ikhlaskan semua yang telah terjadi, ini sudah menjadi takdirku di gembeleng agar menjadi orang yang kuat dan mandiri.
Ibu, doakan anakmu ini agar menjadi orang yang sukses dan membanggakan ibu dan ayah.
Ayah, tetaplah akan menjadi ayahku, semoga kelak ayah akan menyadari keberadaanku dan memanggilku anak.





