Gaji Belum Dibayar, Ratusan Pegawai Kebersihan Pangkep Bertahan di Tengah Kebutuhan Keluarga

  • Bagikan

Pribumi. co. id Pangkep – Sebanyak 135 pegawai kebersihan di Kabupaten Pangkep hingga pertengahan Januari 2026 belum menerima gaji bulan Desember 2025. Padahal, total pegawai kebersihan di daerah tersebut diperkirakan mencapai sekitar 270 orang.

Keterlambatan pembayaran gaji ini membuat para pekerja yang sehari-hari bergelut dengan sampah dan kebersihan kota harus bertahan di tengah tekanan kebutuhan rumah tangga, terutama untuk kebutuhan pangan dan pendidikan anak.

Seorang pegawai kebersihan yang ditemui Media Pribumi, Selasa (14/1/2026), mengatakan pihak pimpinan menyampaikan bahwa anggaran gaji telah dicairkan sejak 17 Desember 2025. Namun, hingga kini uang tersebut belum diterima oleh sebagian pekerja.

“Pimpinan bilang gaji sudah cair. Katanya tergantung bendahara. Biasanya gaji dikirim lewat ATM, tapi kali ini ditarik tunai. Sampai sekarang kami belum terima,” ujar pegawai tersebut.

Ia meminta identitasnya tidak dipublikasikan karena khawatir kehilangan pekerjaan. Menurutnya, posisi pegawai kebersihan sangat rentan terhadap pemutusan kerja.

“Kami mau beli beras, anak-anak juga butuh belanja. Tapi kami takut bicara, karena kami gampang dipecat,” katanya dengan nada serba salah.

Keluhan serupa disampaikan pegawai honorer kebersihan lainnya. Ia mengaku belum menerima gaji Desember 2025, sementara sebagian rekan kerja disebut sudah menerima pembayaran.

“Iya pak, gaji bulan 12 tahun 2025 belum kami terima. Kami tidak tahu kenapa. Harapan kami gaji segera dibayarkan, karena banyak kebutuhan anak-anak,” ujarnya.

Upaya konfirmasi telah dilakukan Media Pribumi kepada mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dan Kebersihan Kabupaten Pangkep melalui sambungan telepon. Namun hingga berita ini diterbitkan, yang bersangkutan belum memberikan keterangan.

Media Pribumi juga mendatangi Kantor Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan untuk meminta klarifikasi kepada Pelaksana Tugas (Plt) kepala dinas yang baru. Pihak kantor menyampaikan bahwa yang bersangkutan sedang tidak berada di tempat.

Sebagai informasi, gaji pegawai kebersihan di Kabupaten Pangkep tergolong rendah. Penyapu jalan menerima upah sekitar Rp900 ribu per bulan, sementara buruh pengangkut sampah dibayar Rp60 ribu per hari dan sopir pengangkut sampah Rp65 ribu per hari.

Para pegawai berharap pemerintah daerah segera memberikan kejelasan dan menyelesaikan persoalan ini secara transparan. Bagi mereka, keterlambatan gaji bukan sekadar soal administrasi, melainkan menyangkut kelangsungan hidup keluarga.

  • Bagikan