Pribumi.co.id, Jakarta – Presiden terpilih Prabowo Subianto didesak untuk segera merombak kabinet dan mencopot sejumlah menteri warisan pemerintahan sebelumnya yang dinilai minim kontribusi dan loyalitas.
Desakan ini datang dari Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah.
Menurut Dedi, sejumlah menteri yang kini masih menjabat justru tidak menunjukkan kesetiaan penuh pada Prabowo, dan lebih condong berpihak pada Presiden Joko Widodo yang masa jabatannya akan segera berakhir.
“Sejauh ini Prabowo memang memerlukan pergantian anggota kabinet, selain karena banyaknya anggota minim fungsi, juga adanya peluang tidak loyal pada Presiden, melainkan loyal pada Jokowi,” ujar Dedi di Jakarta, Minggu, 6 April 2025.
Dedi bahkan menyebut nama-nama menteri yang menurutnya patut dicopot.
“Sebut saja Budi Arie, Raja Juli Antoni,” tegasnya.
Tak hanya pada posisi menteri, Dedi juga menyoroti keberadaan para wakil menteri yang dianggap hanya mengisi posisi tanpa memberikan kontribusi berarti.
“Banyak para wamen yang terkesan hanya sekadar mengisi posisi tanpa kualitas dan kebutuhan kerja,” sambungnya.
Desakan ini menambah tekanan bagi Prabowo Subianto untuk merumuskan susunan kabinet yang solid, efektif, dan sepenuhnya berada di bawah kendali kepemimpinannya, menjelang pelantikannya sebagai Presiden RI periode 2024–2029.








