Pribumi.co.id, MAKASSAR – Pada Minggu, 23 Juni 2024, sebanyak 450 jemaah haji dari kloter 1 Debarkasi Makassar telah sampai di Asrama Haji Sudiang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.
Mereka terlihat kompak dengan pakaian yang mencolok, beberapa bahkan memakai perhiasan emas setelah pulang dari Makkah.
Bus yang membawa jemaah tersebut tiba sekitar pukul 18.00 Wita, seperti yang terlihat di Asrama Haji Sudiang Makassar. Jemaah turun satu per satu dari 13 bus menuju Aula Arafah.
Di sekitar pagar pembatas, terdengar teriakan haru dari keluarga yang telah menunggu sejak sore untuk menyambut kepulangan mereka.
Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Makassar dengan sigap melayani jemaah tersebut.
Para jemaah terlihat memakai pakaian mencolok, seperti kebaya bermanik-manik, sementara beberapa lainnya tampil glamour dengan perhiasan emas di lengan dan leher mereka.
Harga satu set pakaian yang mereka kenakan mencapai jutaan rupiah.
Contohnya, Suharni memakai pakaian lengkap senilai Rp 1,8 juta, dengan baju mispa seharga Rp 1,4 juta.
Dia merasa lega karena perjalanan pulang dari Madinah ke Makassar berjalan lancar dengan pelayanan yang baik dari petugas haji.
“Karena sudah adat Bugis Makassar sesampainya di Tanah Air dari tanah suci kayaknya wajib sih, bukan kayak ingin viral tapi mendarah daging adat istiadatnya Makassar pakaian begini,” ujar salah satu jemaah haji, Suharni Zaini kepada wartawan di lokasi.
“Ini pakaian mispa, bajunya Rp 1,4 juta, mispanya Rp 250 ribu, ciputnya di dalam Rp 150 ribu,” tambah dia.
Suharni juga bersyukur bisa kembali berkumpul bersama keluarganya di Makassar dan mengucapkan terima kasih karena jemaah kloter 1 Debarkasi Makassar pulang dengan selamat.
“Perjalanan balik alhamdulilah lancar, kemudian petugasnya betugas dengan baik dan membantu. Semua fasilitas alhamdulilah cukup baik kebarangkatan dari bandara Madina alhamdulilah sangat luar biasa,” katanya.
“Alhamdulilah sangat luar biasa, bahagia, pokoknya terharu tiba dengan selamat bersama teman-teman 450 orang kloter 1 ini,” tambah dia.
Darni (43), jemaah haji lainnya dari Makassar, mengaku membawa emas sebagai oleh-oleh untuk keluarganya dari Makkah.
“Saya beli 20 gram emas ini, harganya 1,2 juta di sana untuk kenang-kenangan saja,” singkat Darni kepada wartawan.
Sedangkan Andi Anna Baso sudah lama menyiapkan pakaian yang dikenakannya saat tiba, terlihat mengenakan kebaya merah dengan manik-manik yang berkilauan.
“Saya gunakan pakaian begini jauh sebelumnya saya rancang karena merasa 13 tahun menanti haji dan uang puluhan juta habis. Kalau tidak pakai begini tidak ada kesannya kan,” katanya.
Sebelumnya, 450 jemaah haji dari Makassar tiba di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar pada pukul 16.41 Wita, mengalami sedikit gangguan suara dan batuk karena badai pasir di Arafah.
“Rata-rata (gangguan) suara dan batuk karena cuaca dan badai pasir waktu di Arafah,” kata Ketua Kloter I Debarkasi Makassar, Riskayadi kepada wartawan di area apron Bandara Sultan Hasanuddin Makassar, Minggu (23/6).
Kendati demikian, Koordinator jemaah haji, Riskayadi bersyukur karena semua jemaah kloter 1 tiba dengan selamat dan dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar. (**)








