Pribumi.co.id Makassar – Kota Makassar diguncang tragedi pada Jumat malam (29/8) hingga Sabtu dini hari. Dua gedung legislatif, DPRD Sulsel di Jalan Urip Sumoharjo dan DPRD Kota Makassar di Jalan AP Pettarani, terbakar hebat dan berubah menjadi lautan api.
Kebakaran ini bukan sekadar peristiwa kebakaran biasa. Gedung yang selama ini disebut sebagai rumah rakyat, simbol kepercayaan dan demokrasi, runtuh bersama puing-puingnya. Ribuan warga dan aparat menyaksikan langsung api yang melahap bangunan peninggalan era Orde Baru tersebut.
Lebih memilukan, seorang staf DPRD Kota Makassar di bidang kesejahteraan rakyat meninggal dunia setelah melompat dari lantai dua gedung untuk menyelamatkan diri serta tiga lainnya meninggal dunia, Peristiwa itu menjadikan insiden ini bukan hanya bencana kebakaran, tetapi juga tragedi kemanusiaan.
Hingga api berhasil dipadamkan, aparat gabungan yang berjumlah sekitar seribu personel hanya bisa berjaga dan membaur bersama warga. Amarah massa yang memuncak membuat pengamanan tak lagi mampu menahan kerusuhan yang berujung pada penghancuran simbol demokrasi di Sulsel.
Kini, Makassar berduka. Api boleh padam, tetapi luka yang ditinggalkan peristiwa ini diperkirakan akan sulit disembuhkan dalam waktu dekat.
Pemerintah dan aparat terkait diharapkan segera mengambil langkah cepat, baik untuk mengusut tuntas penyebab tragedi maupun memberikan perhatian penuh kepada keluarga korban.








