Pribumi. co. id Pangkep — Korps Himpunan Mahasiswa Islam Wati (KOHATI) HMI Cabang Pangkep menutup satu fase penting kaderisasi dengan capaian yang patut dicatat. Latihan Khusus KOHATI (LKK) yang digelar selama delapan hari, 10–17 Januari 2026, bukan hanya berlangsung sukses secara teknis, tetapi juga menandai lompatan kualitas kaderisasi perempuan HMI di bawah kepemimpinan Ketua KOHATI Arni.
Kegiatan ini menjadi bukti bahwa pengurus KOHATI Pangkep periode 2025–2026 tidak menjadikan kaderisasi sekadar kewajiban struktural, melainkan sebagai kerja ideologis yang dirancang matang, disiplin, dan berorientasi hasil. Dari perencanaan, pelaksanaan, hingga substansi materi, LKK ini memperlihatkan konsistensi arah gerak KOHATI Pangkep dalam membangun kader perempuan yang tangguh secara intelektual, ideologis, dan praksis.
Partisipasi kader lintas cabang mulai dari Gowa Raya, Makassar Timur, Bone, Kendari, Pinrang, Mamuju Tengah, hingga Palu menjadi indikator keberhasilan tersendiri. Kehadiran mereka mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap KOHATI Pangkep sebagai ruang kaderisasi yang serius dan kredibel. Dalam konteks organisasi, ini bukan capaian kecil, melainkan pengakuan tidak langsung atas kualitas manajerial dan kepemimpinan pengurus.
Di bawah kendali Arni, KOHATI Pangkep mengusung tema “Meningkatkan Kualitas dan Peranan HMI-Wati dalam Berjuang Mencapai Tujuan HMI pada Umumnya dan Keperempuanan pada Khususnya.” Tema tersebut tidak berhenti sebagai jargon. Ia diterjemahkan ke dalam desain kaderisasi yang menuntut kader berpikir kritis, berani berargumen, dan mampu memosisikan diri dalam realitas sosial yang penuh ketimpangan.
“Kami ingin KOHATI Pangkep meninggalkan jejak. Kader harus pulang dengan kesadaran baru, bukan hanya sertifikat. Ini tentang menyiapkan HMI-Wati yang siap memimpin, bukan sekadar mengikuti,” ujar Arni, minggu,(17/1/2026).
Latihan khusus ini disusun berdasarkan Pedoman Dasar KOHATI (PDK) dengan 14 materi inti, mulai dari perspektif keislaman, pengarusutamaan gender, kepemimpinan perempuan, hingga komunikasi publik. Pengurus KOHATI Pangkep juga menambahkan materi strategis seperti advokasi anti-kekerasan terhadap perempuan dan analisis representasi politik perempuan, yang memperkaya dimensi praksis kaderisasi.
Koordinator Steering Committee, Iin Afliani, menilai keberhasilan LKK ini tidak terlepas dari soliditas kerja pengurus.
“Kelas berjalan dinamis dan kritis. Ini menunjukkan bahwa pengurus tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga matang secara konseptual dalam mengelola proses kaderisasi,” ujarnya.
Ketua HMI Cabang Pangkep, Fadli Muhammad, turut mengapresiasi capaian KOHATI di bawah kepemimpinan Arni. Menurutnya, LKK ini memperlihatkan wajah kaderisasi HMI yang serius dan berorientasi masa depan.
“KOHATI Pangkep berhasil membuktikan bahwa kaderisasi perempuan adalah fondasi penting organisasi. Ini capaian kolektif yang patut dijaga,” katanya.
Lebih jauh, keberhasilan Latihan Khusus ini menempatkan KOHATI HMI Cabang Pangkep sebagai salah satu cabang yang progresif dalam mengelola kaderisasi keperempuanan. Di tengah tantangan pragmatisme gerakan mahasiswa, pengurus KOHATI Pangkep menunjukkan bahwa kerja ideologis yang konsisten masih mungkin dilakukan dan bisa berhasil.
Delapan hari kaderisasi itu kini selesai. Namun jejaknya tidak berhenti di ruang kelas. Di bawah kepemimpinan Arni dan kerja kolektif pengurus, KOHATI Pangkep telah menegaskan satu pesan: kaderisasi yang dikelola dengan visi, disiplin, dan keberanian akan melahirkan kader perempuan HMI yang siap memikul tanggung jawab sejarahnya.








