Golkar Sulsel di Persimpangan, “Semangat Baru IAS” Dinilai Jadi Opsi Kebangkitan Partai

  • Bagikan

Pribumi.co.id – Makassar — Konstelasi politik Sulawesi Selatan kembali menghangat setelah munculnya dorongan internal Partai Golkar yang menilai Ilham Arief Sirajuddin (IAS) sebagai figur potensial untuk memimpin revitalisasi partai. Di tengah stagnasi suara dan melemahnya militansi kader, wacana “Semangat Baru IAS” kembali mencuat sebagai energi perubahan yang dibutuhkan Golkar Sulsel.

IAS bukan sosok baru dalam tubuh Golkar. Ia pernah memimpin DPD I Golkar Sulsel selama 16 bulan pada periode penuh dinamika. Meski singkat, masa kepemimpinan tersebut dinilai berhasil meredam faksionalisme, memperkuat konsolidasi hingga tingkat desa, dan mengembalikan ritme kerja struktur partai.
Rekam jejak IAS sebagai Wali Kota Makassar dua periode turut mempertegas kapasitasnya dalam memimpin sektor birokrasi maupun politik. Gaya kepemimpinannya yang tegas, progresif, dan dekat dengan masyarakat dianggap relevan dengan kebutuhan Golkar Sulsel saat ini.

Golkar Sulsel tengah berada pada fase penentuan arah. Stagnasi elektoral dalam beberapa kontestasi terakhir menunjukkan perlunya reposisi dan pembaruan strategi. Tantangan terbesarnya bukan hanya memulihkan suara, tetapi memulihkan kepercayaan publik, khususnya pemilih muda yang tidak lagi terikat pada simbol partai.

Sejumlah analis dan kader menilai IAS membawa kombinasi yang jarang dimiliki figur lain saat ini:

Kapasitas teknokratis dan politik yang seimbang
Pengalaman meredam konflik dan menyatukan faksi internal
Jaringan sosial luas dan penerimaan publik yang masih kuat
Kemampuan membangun koalisi lintas kelompok dan lintas partai
Rekam keberhasilan pembangunan di Makassar

Kombinasi faktor tersebut membuat IAS dianggap sebagai figur yang mampu menggerakkan mesin partai sekaligus diterima masyarakat luas.

Wacana “Semangat Baru IAS” tidak hanya mengusung perubahan figur, tetapi mengusung tiga agenda transformasi yang dinilai krusial bagi Golkar:

Transformasi Internal
Memperkuat eksekusi struktur partai, mendisiplinkan organisasi, dan membangun kembali solidaritas kader.
Reposisi Politik Publik
Menjadikan Golkar kembali proaktif dalam isu publik melalui komunikasi politik yang populis dan responsif.
Revitalisasi Basis & Regenerasi Kader
Membuka ruang bagi kader muda dan memperkuat basis akar rumput untuk memperbaiki performa elektoral.

Pertanyaannya kini bukan hanya siapa yang akan memimpin Golkar Sulsel, tetapi bagaimana partai menentukan arah baru di tengah berubahnya perilaku pemilih. Momentum pembaruan diyakini terbuka lebar, dan figur yang memiliki kapasitas manajerial sekaligus daya pikat publik menjadi kunci kebangkitan.

Jika momentum ini dimanfaatkan, Golkar Sulsel berpeluang keluar dari siklus stagnasi dan kembali menjadi poros strategis dalam peta politik daerah. Banyak pihak menilai IAS adalah figur yang mampu menghadirkan energi baru tersebut.

Golkar Sulsel tengah menghadapi titik balik penting. Dalam dinamika ini, kehadiran IAS dinilai bukan sekadar alternatif, tetapi kebutuhan strategis untuk menggerakkan kembali mesin partai menuju arah yang lebih kompetitif.

Oleh: Baharuddin Hafid
(Dosen Tetap Universitas Megarezky Makassar)

  • Bagikan