Pribumi.co.id, JAKARTA – Kabar mengejutkan datang dari Partai Golkar, salah satu partai politik terbesar di Indonesia.
Airlangga Hartarto yang telah memimpin partai ini sejak 2017, tiba-tiba mengumumkan pengunduran dirinya sebagai Ketua Umum.
Langkah ini menimbulkan spekulasi luas tentang siapa yang akan menggantikannya, serta alasan di balik keputusan mendadaknya itu.
Airlangga yang seharusnya menjabat hingga akhir tahun 2024, membuat pengumuman mengejutkan ini pada Minggu (11/8/2024).
Namun, keputusan tersebut tampaknya sudah diambil lebih awal, dengan surat pengunduran diri yang sudah diteken sejak Sabtu (10/8) kemarin.
Dalam video resmi yang dirilis pada Minggu pagi, Airlangga menyampaikan pernyataan pamit dari jabatannya, ia sebut sebagai langkah untuk menjaga keutuhan Partai Golkar di tengah transisi politik yang sedang berlangsung.
“Setelah mempertimbangkan dan untuk menjaga keutuhan Partai Golkar dalam rangka memastikan stabilitas transisi pemerintahan yang akan terjadi dalam waktu dekat maka dengan mengucapkan Bismillahirohmanirohim dan atas petunjuk Tuhan yang Maha Besar, maka dengan ini menyatakan pengunduran diri sebagai ketua umum DPP Partai Golkar,” ujar Airlangga dengan nada tegas.
Dia menekankan bahwa Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar akan mematuhi mekanisme organisasi sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) partai.
Semua proses ini, kata dia, akan dilakukan dengan damai dan tertib, menjunjung tinggi martabat Partai Golkar yang sudah berdiri selama lebih dari 60 tahun.
Diketahui, selama masa kepemimpinannya, Airlangga berhasil mengantarkan Partai Golkar meraih 102 kursi di DPR dalam Pemilu 2024, serta ratusan hingga ribuan kursi di berbagai parlemen dari Sabang sampai Merauke.
Selain itu, dalam Pilpres 2024, Golkar juga memberikan kontribusi besar dalam kemenangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka sebagai Presiden dan Wakil Presiden terpilih untuk periode 2024-2029.
“Selanjutnya, untuk mempercepat langkah kita dalam memajukan Indonesia, saya bersama seluruh keluarga mengucapkan terima kasih yang tulus,” tambahnya, memberikan penghormatan kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya selama masa jabatannya.
Airlangga juga menyampaikan apresiasi khusus kepada Presiden Joko Widodo, Wakil Presiden Ma’ruf Amin, serta presiden dan wakil presiden terpilih, Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka.
Dia juga berterima kasih kepada para senior dan tokoh Golkar seperti Jusuf Kalla, Abu Rizal Bakrie, Luhut Binsar Pandjaitan, Akbar Tanjung, Agung Laksono, dan M. Hatta atas bimbingan dan dukungan mereka.
Meskipun mundur dari jabatannya di Partai Golkar, Airlangga masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Perekonomian.
Namun, rumor beredar bahwa ia tengah bersiap-siap meninggalkan rumah dinasnya di Kompleks Rumah Menteri, Kuningan, Jakarta Selatan, yang menimbulkan pertanyaan lebih lanjut mengenai langkah selanjutnya dalam karier politiknya.
Pengunduran diri ini menandai babak baru dalam dinamika internal Partai Golkar dan menimbulkan pertanyaan besar tentang arah masa depan partai, terutama di tengah perubahan politik yang sedang berlangsung di Indonesia.








