Pribumi.co.id, Kupang — Sejarah baru tercipta di dunia medis Nusa Tenggara Timur. Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Ben Mboi Kupang berhasil melakukan operasi bedah jantung terbuka pertama untuk pasien anak, sebuah pencapaian monumental yang menandai kemajuan layanan kesehatan di wilayah timur Indonesia.
Pasien perempuan berusia 15 tahun asal Rote ini didiagnosis menderita Atrial Septal Defect (ASD) Sekundum besar dengan Tricuspid Regurgitation (TR) ringan sedang.
Setelah melalui proses operasi yang berlangsung selama hampir lima jam pada sabtu (11/10/2025),tindakan medis berjalan lancar.
Kini kondisi pasien dilaporkan stabil dan telah dipindahkan dari ruang ICCU ke ruang perawatan umum. Jika pemulihan berjalan tanpa hambatan, sang pasien diperkirakan bisa kembali ke rumah enam hari pascaoperasi.
Tak berhenti di situ, pada hari yang sama RSUP Ben Mboi juga menorehkan keberhasilan lain. Tim medis rumah sakit ini berhasil melakukan operasi jantung terbuka pada pasien pria berusia 63 tahun asal Adonara dengan diagnosa penyakit arteri koroner (Coronary Artery Disease) melalui tindakan Coronary Artery Bypass Graft (CABG).
Sehari sebelumnya, operasi serupa juga dilakukan pada seorang wanita 37 tahun asal Amarasi yang menderita Mitral Stenosis, dengan tindakan Mitral Valve Replacement (MVR).
Ketiga operasi besar tersebut menjadi bukti nyata kematangan tim multidisiplin RSUP Ben Mboi yang bekerja sama dengan RSUP Prof. Ngoerah Bali dan Himpunan Dokter Bedah Toraks, Kardiak, dan Vaskular (BTKV) Indonesia.
Direktur Utama RSUP Ben Mboi Kupang, dr. Annas Ahmad, menyebut keberhasilan ini bukan sekadar pencapaian teknis, melainkan langkah bersejarah dalam pemerataan layanan kesehatan spesialistik di Indonesia Timur.
“Operasi jantung anak yang kami lakukan hari ini bukan hanya tindakan medis, tetapi simbol kesetaraan akses kesehatan bagi seluruh anak Indonesia. Ini adalah tonggak penting bagi NTT,” ujar dr. Annas dengan penuh haru.
Ia menambahkan, hingga Oktober 2025 RSUP Ben Mboi telah mencatat enam operasi bedah jantung terbuka, termasuk satu pasien anak. Semua ini, katanya, merupakan hasil kerja sama lintas profesi, dukungan pemerintah pusat dan daerah, serta doa masyarakat NTT.
“Kami berharap keberhasilan ini menjadi awal dari keberlanjutan layanan bedah jantung anak di NTT. Semoga semakin banyak anak yang mendapatkan harapan baru untuk tumbuh sehat, cerdas, dan berdaya,” pungkasnya.
RSUP Ben Mboi Kupang kini terus memperluas layanan kardiovaskular dan memperkuat program deteksi dini penyakit jantung bawaan pada anak. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen rumah sakit dalam mendukung Transformasi Kesehatan Nasional, khususnya dalam memperkuat layanan rujukan di daerah.








