Operasi Pekat Lipu 2025, Polres Pangkep Bekuk 29 Pelaku Penyakit Masyarakat

  • Bagikan
Kepolisian Resor (Polres) Pangkep menggelar konferensi pers terkait hasil Operasi Pekat Lipu 2025 di Aula Andi Mappe Mapolres Pangkep. (Foto: Ist)

Pribumi.co.id, Pangkep – Kepolisian Resor (Polres) Pangkep menggelar konferensi pers terkait hasil Operasi Pekat Lipu 2025 di Aula Andi Mappe Mapolres Pangkep, Kamis (23/5/2025) kemarin.

Operasi yang berlangsung selama 20 hari, sejak 3 hingga 22 Mei, ini merupakan langkah tegas polisi dalam menindak berbagai penyakit masyarakat yang meresahkan warga.

Operasi Pekat Lipu 2025 menyasar sejumlah tindakan kriminal yang kerap mengganggu ketertiban dan keamanan, seperti premanisme, perjudian, prostitusi, peredaran minuman keras ilegal, serta kepemilikan senjata tajam dan busur.

Dari operasi tersebut, petugas mengamankan 29 pelaku, terdiri dari 4 orang target operasi (TO) dan 25 non target. Rinciannya, 15 orang pelaku premanisme, 11 pelaku peredaran minuman keras ilegal, 1 orang terlibat prostitusi, dan 2 orang membawa senjata tajam. Sebanyak 3 pelaku telah ditahan untuk proses hukum lebih lanjut.

Polres Pangkep turut mengamankan berbagai barang bukti yang menjadi alat operasional pelaku. Dari kasus premanisme, polisi menyita botol minuman keras merk whiskey dan anggur kolesom, uang tunai Rp311.000, ponsel iPhone, dan sebilah besi panjang sekitar 30 cm.

Sedangkan dari kasus minuman keras ilegal, barang bukti berupa 121 botol miras merk Bintang, 30 botol Angker, 24 botol Singa Raja, 11 botol Topi Roja, 2 botol McDonald, dan 15 liter ballo, minuman tradisional hasil fermentasi lokal.

Kasus prostitusi disertai penyitaan uang tunai Rp400.000, sedangkan senjata tajam berupa 2 bilah badik juga diamankan petugas.

Kasi Humas Polres Pangkep, AKP Imran, menyampaikan apresiasi atas dukungan berbagai fungsi kepolisian serta partisipasi aktif masyarakat dalam menyukseskan operasi ini. Menurutnya, sinergi antara aparat dan warga menjadi kunci keberhasilan menjaga keamanan dan ketertiban.

“Kami mengajak seluruh warga Pangkep untuk tidak ragu melaporkan aktivitas mencurigakan yang ada di lingkungan masing-masing. Keamanan dan kenyamanan daerah ini adalah tanggung jawab kita bersama,” ujar AKP Imran.

Sementara itu, Kabag Ops Polres Pangkep, Kompol Ismail, menegaskan bahwa Operasi Pekat Lipu tidak hanya fokus pada penindakan, tetapi juga pencegahan serta edukasi kepada masyarakat agar terhindar dari perilaku negatif.

“Kami ingin masyarakat merasa aman saat beraktivitas sehari-hari. Ke depan, patroli dan respons cepat terhadap laporan warga akan terus ditingkatkan demi menjaga kondusifitas wilayah,” tandas Kompol Ismail. (*)

  • Bagikan