Pribumi.co.id, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto diharapkan mengambil langkah tegas dalam pemberantasan korupsi demi mencapai visi Indonesia Emas 2045. Hal ini disampaikan oleh Direktur Eksekutif Lingkar Madani, Ray Rangkuti, yang menyoroti perlunya perubahan signifikan di berbagai institusi negara.
“Mendorong KPK lebih fokus dan aktif mengejar korupsi kakap, bukan sekadar suap ratusan juta, adalah salah satu langkah strategis. Selain itu, reformasi institusi kepolisian dan memangkas biaya dinas pejabat juga sangat penting,” ujar Ray Rangkuti dilansir dari RMOL, Minggu (26/1/2025).
Menurut Ray, pemerintah perlu menunjukkan keseriusan dalam pemberantasan korupsi dengan memperkuat lembaga antirasuah dan mengutamakan pengusutan kasus-kasus besar. Ia menilai, pendekatan ini harus diiringi dengan pembenahan internal, termasuk perampingan kabinet.
Soroti Kinerja Menteri dan Reformasi Polri
Ray juga mengusulkan perombakan kabinet sebagai bagian dari langkah efisiensi dan peningkatan kinerja pemerintahan. Ia menyebut sejumlah menteri yang dinilai memiliki kinerja buruk atau menuai kontroversi di tengah masyarakat, seperti Bahlil Lahadalia, Yandri Susanto, dan Budi Arie Setiadi.
“Perombakan kabinet ini akan menjadi sinyal kuat komitmen Prabowo terhadap efisiensi dan reformasi pemerintahan,” katanya.
Selain itu, Ray mendesak Prabowo untuk mereformasi institusi kepolisian dengan mengganti Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ia menilai kepemimpinan Listyo Sigit telah memperburuk citra Polri.
“Di era Listyo, wajah kepolisian semakin terpuruk. Isu ‘partai coklat’ atau parcok semakin menguat. Polisi cepat membungkam aktivis kritis, tapi lemah dalam memberantas korupsi,” tegasnya.
Ray berharap, langkah-langkah tersebut bisa menjadi pondasi kuat bagi pemerintahan Prabowo untuk membawa Indonesia menuju perubahan besar, sekaligus mewujudkan visi besar Indonesia Emas 2045.








