Pribumi.co.id, ROMANIKA – Tidak ada yang lebih menyakitkan selain rindu pada mantan kekasih yang sudah menikah.
Bagaimana tidak, semua kenangan indah bersamanya terus menghantui pikiran dan hati, membuatku terjebak dalam kerinduan yang tak terpenuhi.
Nama mantan kekasihku adalah Arya, seorang pria tampan dan berbakat yang berhasil mencuri hatiku saat pertama kali kami bertemu di kampus.
Kami berpacaran selama empat tahun, namun takdir berkata lain.
Arya harus melanjutkan studinya di luar negeri, sedangkan aku tetap di Indonesia.
Kami memutuskan untuk menjalani hubungan jarak jauh, namun takdir kembali bermain.
Arya bertemu dengan wanita lain di tempatnya berkuliah dan mereka pun jatuh cinta.
Aku tak bisa menghindari kenyataan bahwa hatiku terluka saat Arya mengumumkan bahwa dia akan menikahi wanita itu.
Berita pernikahan Arya membuatku hancur. Aku menangis sepanjang malam, bersedih dan merasa tak dihargai.
Namun, aku tak bisa menyalahkan Arya karena aku tahu bahwa dia sudah berusaha menjaga hubungan kami, namun takdir berkata lain.
Setelah pernikahan mereka, Arya dan aku kehilangan kontak. Aku memutuskan untuk menghapus semua kenangan tentangnya, namun rindu tak bisa dihapus begitu saja.
Saat-saat bahagia bersamanya terus menghantuiku, membuatku merasa hampa dan kesepian.
Hari-hari berlalu dan aku pun memutuskan untuk melanjutkan hidupku.
Aku fokus pada karir dan menjalani kehidupan sosial yang aktif. Namun, takdir kembali mempertemukan kami. Arya dan istrinya pindah ke tempatku bekerja.
Merasa tak siap untuk bertemu dengannya, aku mencoba menghindar. Namun, Arya terus mendekatiku dan meminta maaf atas segala kesalahan yang pernah dia lakukan padaku.
Arya mengakui bahwa dia masih mencintaiku dan tak bisa melupakan kenangan indah bersamaku.
Awalnya aku menolaknya, namun beberapa lama kemudian, hatiku meleleh dan rindu itu semakin menguat.
Aku tak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku masih mencintainya, namun dia telah menikah dengan wanita lain.
Suatu hari, Arya mengundangku untuk bertemu di sebuah kafe. Dia mengatakan bahwa dia akan bercerai dengan istrinya karena dia tak bisa berhenti memikirkan aku.
Hatiku berbunga-bunga, namun aku juga merasa bersalah karena menjadi penyebab perceraian mereka.
Saat kami duduk berdua, Arya mengeluarkan sebuah cincin dan mengatakan bahwa dia ingin menikahiku lagi.
Aku menangis bahagia, namun hatiku juga terpenuhi dengan pertanyaan apakah aku sanggup menjadi istri kedua? Apakah ini akan membawa kebahagiaan atau malah kehancuran?
Setelah berpikir panjang, aku memutuskan untuk menerima cinta Arya. Kami menikah dan hidup bahagia bersama.
Rindu pada mantan pacar yang sudah menikah akhirnya terpenuhi, namun tak ada satupun dari kita yang bisa menghapus rasa bersalah dan pertanyaan tentang keputusan yang kami ambil.
Kisah cinta kami menjadi pembelajaran bahwa takdir memang tak bisa kita prediksi.
Namun, yang terpenting adalah bagaimana kita memilih untuk berdamai dengan keputusan yang telah diambil, dan mencoba memperbaiki apa yang rusak.
Rindu pada mantan pacar yang sudah menikah mungkin tak lagi ada, namun cinta kami tetap abadi.
Penulis: Icha





