Pribumi.co.id – Aldi, salah satu terpidana yang menyebut dirinya sebagai korban salah tangkap dalam kasus pembunuhan Vina Cirebon dan Eky, akhirnya angkat bicara.
Menurut pernyataannya dalam video YouTube Uya Kuya TV, Aldi mengalami penyiksaan yang kejam oleh beberapa oknum polisi.
Aldi juga menyebut bahwa kakaknya, Eka Sandi, mengalami perlakuan serupa setelah keduanya dituduh terlibat dalam kasus pembunuhan tersebut.
Aldi menceritakan bagaimana dia ditangkap di depan SMU 11 ketika sedang mengantar motor, disergap oleh polisi berpakaian preman, dan dipukuli di dalam mobil untuk memaksa pengakuan.
“Saya bilang enggak tahu terus, tapi mereka terus memaksa saya untuk mengaku,” ungkap Aldi, sambil mengingat wajah-wajah polisi yang menyiksanya tanpa menggunakan seragam dinas.
Penganiayaan terhadap Aldi dan kakaknya dilanjutkan di kantor polisi, di mana mereka dikeroyok oleh tahanan lain hingga luka-luka serius terjadi, termasuk luka bakar pada mata dan kemaluan akibat balsem yang dioleskan secara paksa.
Aldi juga mengungkapkan bahwa dia pernah disuruh untuk melarikan diri dari kantor polisi dan akhirnya ditembak dengan peluru karet setelah menolak permintaan tersebut.
Pengakuan Aldi ini menjadi sorotan setelah mereka menghadapi proses hukum atas dugaan keterlibatan dalam kasus pembunuhan yang dianggapnya sebagai kesalahan identitas dan penyiksaan oleh pihak kepolisian. (*)








