Pribumi.co.id, Pangkep – Pendiri Pondok Azkha Pangaji Kampong, Ustadz Rusli Abdullah, menyampaikan pandangannya tentang pentingnya peran Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia.
Dalam negara demokrasi seperti Indonesia, kata dia, penyelenggaraan Pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas adalah syarat mutlak yang tak bisa ditawar.
“Setiap tahapan proses Pemilu harus steril dari praktik-praktik yang merusak sendi demokrasi. Untuk menjamin hal tersebut, keberadaan lembaga pengawas yang independen dan kredibel adalah keniscayaan,” kata Ustadz Rusli Abdullah ke media ini di Pangkajene, Kamis (10/4/2025).
Ia menekankan bahwa peran penting itu kini diemban oleh Bawaslu sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum.
Namun, diakuinya, perjalanan Bawaslu sejak awal tak selalu mulus. Keraguan publik terhadap independensi dan kapasitas lembaga ini kerap muncul, terutama saat Pemilu dan Pilkada berlangsung.
“Minimnya kewenangan dan sumber daya sering menjadi alasan mempertanyakan efektivitas Bawaslu. Belum lagi tekanan politik dan intervensi dari berbagai pihak yang menjadi tantangan tersendiri,” ujarnya.
Selain itu, menurut Ustadz Rusli, keputusan-keputusan Bawaslu kerap menuai kritik tajam dari pihak yang merasa dirugikan. Bahkan tak jarang, pengawas Pemilu di berbagai daerah harus menghadapi ancaman fisik ketika menjalankan tugas.
Meski begitu, Ustadz Rusli melihat adanya komitmen yang kuat dari Bawaslu untuk terus memperbaiki diri dan memperkuat kredibilitas di mata publik.
Dia menilai, lembaga ini masih memiliki ruang luas untuk meningkatkan kapasitas dan memperkuat peran sebagai benteng demokrasi.
Pada momentum HUT ke-17 Bawaslu, Ustadz Rusli menyampaikan harapan dan doanya.
“Saya ucapkan selamat milad ke-17 untuk Bawaslu. Semoga tetap jaya dan terus menjadi pilar demokrasi yang kokoh,” ujarnya.
Ia juga menitipkan sejumlah harapan untuk penguatan kelembagaan Bawaslu.
“Perlu peningkatan kewenangan, kualitas SDM yang berintegritas dan berdedikasi, serta pelatihan berkelanjutan. Infrastruktur yang memadai juga tak kalah penting, termasuk dukungan teknologi informasi yang canggih agar pengawasan dapat lebih efektif dan akurat,” pungkasnya.
Ustadz Rusli juga menegaskan bahwa dengan dukungan anggaran yang memadai dan kerja sama semua pihak, Bawaslu akan mampu berdiri tegak sebagai penjaga demokrasi yang tak tergoyahkan.








