Pangkep, Pribumi.co.id — Dalam momen yang sarat makna, Kepala Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Kapolda Sulsel) Irjen Pol Djuhandhani Rahardjo Puro memberikan penghargaan khusus kepada personel Polres Pangkep yang terlibat langsung dalam operasi pencarian dan evakuasi korban pesawat ATR 42-500. Apel Arahan perdana di Mapolres Pangkep, Kamis, (29/1/ 2026), menjadi saksi penghormatan publik terhadap keberanian, dedikasi, dan pengabdian aparat di tengah situasi darurat.
Kapolda Sulsel menekankan bahwa operasi kemanusiaan bukan hanya soal prosedur, melainkan tentang keselamatkan nyawa personil di bawah tekanan waktu dan risiko tinggi.
“Ini bukan sekadar tugas rutin, tetapi panggilan hati. Setiap langkah di lapangan adalah perwujudan pengabdian Polri kepada masyarakat,” ujarnya.
Penghargaan diberikan kepada Aipda Adiyanto Kurniawan (Kanit Binmas Polsek Balocci), Bripda Muh. Ashari Fitriawan BA, dan Bripda Muh. Haerul BA (Sat Samapta Polres Pangkep), yang menunjukkan keberanian dan profesionalisme luar biasa selama operasi. Kapolres Pangkep AKBP Muh. Husni Ramli menegaskan bahwa penghargaan ini menjadi simbol kekompakan seluruh jajaran Polres Pangkep.
“Ini bukti bahwa kerja keras, sinergi, dan solidaritas adalah kunci dalam misi kemanusiaan. Kami akan terus mengabdi dengan sepenuh hati,” katanya.
Selain apresiasi, Kapolda Sulsel juga menekankan pentingnya loyalitas Polri kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, Presiden, dan Kapolri, serta penguatan profesionalisme untuk menjaga kepercayaan publik.
Hadir dalam apel Bupati Pangkep Dr. H. Muh. Yusran Lalogau, tokoh masyarakat, dan seluruh jajaran Polres Pangkep, memperlihatkan bahwa operasi kemanusiaan ini adalah kerja kolektif yang menyentuh seluruh lapisan masyarakat.
Apel diakhiri dengan makan siang bersama, sebagai simbol kebersamaan, solidaritas, dan penghormatan terhadap mereka yang berada di garis depan penyelamatan nyawa. Keberanian personel Polres Pangkep dalam menghadapi situasi genting ini menjadi teladan bagi seluruh aparat dan masyarakat, menegaskan bahwa pengabdian sejati adalah ketika tugas bertemu hati nurani.








