Pribumi.co.id, Pangkep – Pemerintah Desa Tampaang, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, mengalokasikan dana Rp95 juta untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) listrik desa pada 2025.
Program ini bertujuan meringankan beban warga yang selama ini membayar tarif listrik tinggi akibat mahalnya bahan bakar minyak di wilayah terluar tersebut.
Kepala Desa Tampaang, Aspar mengatakan, mahalnya harga bahan bakar membuat biaya operasional pembangkit listrik desa membengkak.
“Desa kami termasuk wilayah terjauh dan terluar. Bahan bakar sulit didapat dan harganya tinggi, sehingga tarif listrik warga ikut mahal. Subsidi ini untuk menekan biaya itu,” ujarnya, Minggu (10/8/2025).
Desa Tampaang memiliki tujuh mesin pembangkit listrik berbahan bakar diesel yang tersebar di empat pulau, yakni Sapinggamg, Aloang, Kawassang, dan Tampaang. Seluruh mesin tersebut sudah melayani kebutuhan listrik warga, meskipun pemakaiannya masih terbatas pada malam hari.
Menurut Aspar, dana subsidi bersumber dari bagi hasil pajak dan retribusi daerah. Ia berharap program ini memastikan seluruh rumah warga, terutama keluarga kurang mampu, dapat teraliri listrik.
“Semoga beban pembayaran listrik berkurang dan manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkasnya.








