Pribumi.co.id, Pangkep – Angin puting beliung menerjang Pulau Sapinggang, Desa Tampaang, Kabupaten Pangkep, Selasa (9/12/2025) sekitar pukul 20.00 Wita.
Bencana yang datang secara tiba-tiba itu merusak sedikitnya enam rumah warga dan menghancurkan tiga sampan nelayan.
Sejumlah saksi mata menyebut angin berputar muncul mendadak tanpa tanda-tanda.
“Angin tiba-tiba datang bertiup sangat kencang,” kata beberapa warga yang berada di lokasi saat peristiwa terjadi.
Kepala Desa Tampaang, Aspar, membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan kerusakan paling parah terjadi pada bagian atap dan dinding rumah warga. Bahkan satu rumah roboh setelah tertimpa pohon kelapa yang tumbang akibat kuatnya hembusan angin.
“Pulau kami diterpa angin puting beliung, beberapa rumah mengalami kerusakan. Bahkan ada rumah warga kami dihantam pohon kelapa, dan beberapa sampan nelayan ikut hancur serta tidak bisa digunakan lagi,” ujar Aspar kepada Pribumi.co.id, Rabu (10/12/2025).
Aspar memperkirakan total kerugian materi akibat bencana ini mencapai lebih dari Rp100 juta.
Dia menyebut pihaknya telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pangkep untuk penanganan lanjutan dan pendataan kerusakan.
“Insya Allah secepatnya kami menyalurkan bantuan yang bisa mengurangi beban korban,” ujarnya.
Ia juga mengimbau warga untuk tetap waspada menghadapi cuaca ekstrem menjelang puncak musim hujan.
“Saya mengingatkan warga agar berhati-hati, terutama mengantisipasi angin dan hujan yang makin sering terjadi,” tambah dia.
Selain itu, pemerintah desa turut menyampaikan informasi terkait hak santunan bagi keluarga yang terdaftar dalam program BPJS Ketenagakerjaan. Adapun besaran santunan kematian yang berlaku berdasarkan kategori antara lain santunan kematian sebesar Rp20 juta, biaya pemakaman Rp10 juta, dan santunan berkala Rp12 juta. (AA)








