Pribumi.co.id, Makassar – Empat anggota DPRD Kabupaten Pangkep melakukan kunjungan kerja ke Kantor PLN Wilayah Sulawesi Selatan, di Jalan Letjen Hertasning, Kota Makassar, Senin (21/4/2025).
Kunjungan ini untuk mempertanyakan kejelasan soal pemasangan listrik SuperSUN di empat kecamatan kepulauan yang hingga kini belum terealisasi.
Anggota DPRD yang hadir antara lain Muh Ramli dan Andika dari Fraksi Partai Demokrat, Syamsinar dari Fraksi PPP, serta Rahmat dari Fraksi Partai Gerindra.
Dalam pertemuan itu, pihak PLN Wilayah Sulsel yang diwakili oleh Rully menjelaskan bahwa program listrik SuperSUN merupakan inovasi dari PT PLN Papua yang kini sedang dikembangkan untuk wilayah-wilayah yang belum mendapatkan aliran listrik selama 24 jam penuh.
“Empat kecamatan kepulauan di Pangkep menjadi target program kami. SuperSUN dirancang untuk menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum terlayani listrik secara optimal,” ujar Rully.
Rully menambahkan, program ini direncanakan akan berlangsung dalam periode 2025 hingga 2027, mencakup tiga provinsi yaitu Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Sulawesi Tenggara.
“Untuk Pangkep sendiri, pada tahun 2024 lalu kami telah memasang 902 unit listrik SuperSUN yang tersebar di sejumlah desa,” kata Rully.
Meski demikian, anggota DPRD Pangkep mempertanyakan kejelasan waktu pemasangan berikutnya, terutama karena sejumlah warga sudah terlanjur membayar namun belum mendapatkan kepastian.
“Banyak warga yang sudah membayar, tetapi sampai sekarang belum ada kejelasan kapan perangkat listriknya dipasang,” kata Muh Ramli.
Menanggapi hal itu, Rully menjelaskan bahwa biaya yang dikenakan kepada warga telah sesuai ketentuan PLN, yakni sebesar kurang lebih Rp943 ribu per unit.
“Itu sudah termasuk biaya transportasi. Namun, biaya tersebut hanya sampai pada pemasangan meteran, sementara instalasi dalam rumah menjadi tanggung jawab warga masing-masing,” ujarnya.
Dia juga menyebutkan bahwa pihak PLN telah menjalin koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Pangkep terkait pengajuan desa-desa yang menjadi sasaran program tersebut.
“Saat ini, sudah ada sekitar 35 desa yang diajukan oleh pemerintah daerah dan sedang dalam proses,” tambahnya.
Program listrik SuperSUN diharapkan menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat kepulauan yang selama ini masih bergantung pada pembangkit listrik terbatas atau bahkan belum teraliri listrik sama sekali.








