Pribumi.co.id, Pangkep – Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa (IPPM) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menyuarakan keprihatinan terkait nasib Tenaga Harian Lepas (THL) yang hingga kini belum jelas, setelah kontrak kerja mereka tidak diperpanjang oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep.
Ketua IPPM Pangkep, Syahrul, menyebut pihaknya tengah menggodok rencana aksi unjuk rasa sebagai bentuk respons atas kebijakan tersebut. Menurutnya, penghentian THL secara sepihak telah menimbulkan kegelisahan di tengah masyarakat, khususnya para pekerja terdampak.
“Dalam waktu dekat ini kami berencana untuk menggelar aksi unjuk rasa terkait pemberhentian tenaga harian lepas,” ujar Syahrul kepada Kantor Berita Pribumi melalui pesan WhatsApp, Jumat (18/4/2025).
Dia menambahkan, saat ini IPPM Pangkep tengah melakukan konsolidasi internal dan pengumpulan data di lapangan.
“Sambil mengumpulkan aduan dari masyarakat serta memetakan dampaknya, kami di pengurus pusat IPPM memastikan akan turut serta dan serius mengawal sampai tuntas,” katanya.
Senada dengan Syahrul, Kepala Bidang Advokasi IPPM Pangkep, Akbar, menyatakan bahwa pihaknya akan terus mengikuti perkembangan isu tersebut secara aktif.
“IPPM akan terus memantau perkembangan persoalan tenaga harian lepas yang diberhentikan secara sepihak. Kami memastikan akan ikut mengawal kasus ini hingga persoalannya benar-benar tuntas,” tegas Akbar.
Meski belum menyebutkan waktu pasti pelaksanaan unjuk rasa, Akbar menegaskan bahwa langkah tersebut sudah ada di depan mata.
“Kami masih dalam tahap konsolidasi serta melakukan pendalaman, tapi yang pasti dalam waktu dekat kami akan turun, insya Allah,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemerintah Kabupaten Pangkep, termasuk Bupati sebagai pihak berwenang, belum memberikan keterangan resmi terkait status THL yang diberhentikan.








