Komisioner KPU Pangkep Samsudiarti Sudirman Tekankan Peran Strategis KOHATI sebagai Penggerak Peradaban

  • Bagikan

Pribumi. co. id Pangkep — Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Samsudiarti Sudirman, menegaskan peran strategis Korps HMI-Wati (KOHATI) sebagai kekuatan penggerak peradaban, khususnya dalam menjawab tantangan isu keperempuanan dan pengkaderan di tengah dinamika zaman.

Penegasan tersebut disampaikan Samsudiarti saat memberikan sambutan pada pelantikan pengurus KOHATI HMI Cabang Pangkep periode 2025–2026, yang berlangsung di Lantai II Gedung DPRD Pangkep, Senin (8/13/2025).

Pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua HMI Cabang Pangkep, Fadli Muhammad, dan dihadiri jajaran pengurus HMI, pengurus KOHATI, senior dan alumni HMI, perwakilan FORHATI, KAHMI Pangkep, serta sejumlah undangan dari berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Fadli Muhammad menegaskan bahwa pelantikan KOHATI bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum historis yang sarat tanggung jawab perjuangan.

“Pelantikan ini adalah penanda dimulainya amanah besar. KOHATI merupakan pilar penting keberlanjutan kaderisasi HMI, khususnya dalam penguatan kapasitas dan kesadaran perempuan sebagai agen perubahan,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KOHATI HMI Cabang Pangkep terlantik, Arni, menyampaikan komitmen kepengurusan baru untuk menghadirkan KOHATI yang adaptif, progresif, dan tetap berpijak pada nilai-nilai Islam.

“Di tengah perubahan zaman yang begitu cepat, KOHATI harus tetap relevan dan responsif. Perempuan bukan hanya penggerak di ruang domestik, tetapi juga aktor penting dalam membangun peradaban,” ujar Arni.

Sebagai mantan pengurus KOHATI Pengurus Besar (PB) HMI, Samsudiarti Sudirman mengaku bangga dan bersyukur dapat kembali berdiri di hadapan senior, rekan seangkatan, hingga junior HMI. Ia menekankan bahwa pelantikan pengurus KOHATI adalah awal dari amanah besar yang harus dijalankan dengan kesungguhan dan integritas.

“Ini bukan sekadar pergantian kepengurusan, melainkan penanda keberlanjutan roda pengkaderan HMI, khususnya dalam penguatan peran perempuan,” ujar Samsudiarti.

Ia juga mengulas sejarah lahirnya KOHATI pada tahun 1966 sebagai respons terhadap kebutuhan pembinaan HMI-Wati menghadapi tantangan ideologis pada masa itu. Kini, di usia 59 tahun, KOHATI terus dituntut beradaptasi dengan tantangan baru, mulai dari globalisasi, perubahan sosial, hingga dinamika politik.
“Jika dahulu tantangannya bersifat ideologis, hari ini tantangannya jauh lebih kompleks. Di sinilah KOHATI harus tampil sebagai pelopor advokasi isu-isu keperempuanan di berbagai sektor,” jelasnya.

Menurut Samsudiarti, KOHATI memandang perempuan bukan hanya sebagai pelaku di ranah domestik, tetapi juga sebagai agen perubahan di bidang pendidikan, ekonomi, politik, serta sosial-budaya. Melalui kaderisasi yang terarah dan berlandaskan nilai Islam, KOHATI diharapkan mampu melahirkan kader perempuan yang tangguh, berintegritas, dan berjiwa pengabdian tinggi.

Sejalan dengan tema pelantikan “Perempuan Tangguh, Penggerak Peradaban”, Samsudiarti mendorong sinergi lintas elemen, mulai dari internal HMI, KAHMI, FORHATI, hingga pemerintah daerah dan masyarakat luas, demi menyukseskan program-program strategis KOHATI ke depan.

Ia pun menitipkan harapan kepada Ketua KOHATI Pangkep terpilih, Arni, agar mampu meninggalkan legacy positif bagi kepengurusan selanjutnya.

“Pemimpin yang baik adalah mereka yang meninggalkan jejak kebaikan, sehingga pengaruhnya tetap hidup meski jabatan telah beralih,” tuturnya.

Menutup sambutan, Samsudiarti mengajak seluruh pengurus KOHATI menjalankan amanah dengan penuh keikhlasan dan optimisme seraya memohon ridho Allah SWT dalam setiap langkah perjuangan.
“Jayalah KOHATI, Bahagia HMI, Yakin Usaha Sampai,” pungkasnya.

  • Bagikan