Pribumi.co.id, Pangkep – Suasana Aula Rumah Jabatan Bupati Pangkep memanas penuh antusias saat Ketua PWI Sulawesi Selatan, Agus Salim Alwi Hamu, melantik Pengurus PWI Kabupaten Pangkep periode 2025–2028 pada Rabu (3/12/2025). Dalam sambutannya, Agus menegaskan bahwa pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi momentum besar kebangkitan pers daerah.
Agus memberi perhatian khusus pada hadirnya ketua perempuan pertama dalam sejarah PWI Pangkep, yang menurutnya akan memberikan perubahan besar dalam dinamika organisasi.
“Ini momentum penting bagi PWI Pangkep. Kepemimpinan perempuan memberi energi baru, perspektif baru, dan keberanian baru bagi organisasi profesi wartawan,” ujarnya.
Di hadapan ratusan tamu undangan, Agus menekankan peran strategis pers sebagai pilar informasi yang menuntut profesionalisme tinggi. Ia menegaskan bahwa PWI harus tetap menjadi ruang pembinaan bagi jurnalis melalui pelatihan dan Uji Kompetensi Wartawan (UKW).
“PWI siap menjadi mitra pemerintah dan pengimbang informasi untuk kemajuan daerah. Kita hadir bukan untuk menyerang, tapi untuk memastikan publik mendapatkan informasi yang jernih, akurat, dan berkualitas,” tegasnya.
Suasana pelantikan sempat pecah tawa ketika Agus Salim menyelipkan gurauan yang langsung menghidupkan suasana ruangan. Dengan nada bercanda namun penuh makna, ia melontarkan:
“Insyallah… Sekda Pangkep calon bupati di masa yang akan datang,” ucapnya disambut tawa dan tepuk tangan hadirin.
Gurauan itu seketika mencairkan suasana dan menjadi sorotan para tamu yang hadir, menggambarkan keakraban antara pimpinan PWI Sulsel dan jajaran pemerintah daerah.
Acara pelantikan yang berlangsung meriah itu turut dihadiri oleh Sekda Pangkep mewakili bupati, Kapolres Pangkep, Dandim 1421, Kejaksaan Negeri Pangkep, pimpinan perusahaan media, seluruh OPD, camat, lurah, organisasi pemuda, serta tokoh masyarakat dari berbagai kecamatan.
Dengan komposisi pengurus baru yang dianggap progresif dan dukungan kuat dari PWI Sulsel, momentum ini menandai babak baru geliat pers Pangkep—lebih profesional, lebih kritis, dan siap menjadi penjaga keseimbangan informasi demi kepentingan publik dan kemajuan daerah.








