Pribumi.co.id, Pangkep – Momen pelantikan Pengurus Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pangkep periode 2025–2028 berubah menjadi panggung seruan moral ketika ketua terpilih, Sakinah Fitrianti Baharuddin, menegaskan komitmen tegas untuk mengembalikan marwah profesi wartawan di era tsunami informasi digital.
Dilantik di Aula Rumah Jabatan Bupati Pangkep, Rabu (3/12/2025), Sakinah tampil penuh ketegasan dengan pesan yang langsung mengguncang ruang pelantikan: “Integritas bukan pilihan, tapi kewajiban moral setiap wartawan.”
Dalam pidatonya, Sakinah mengingatkan pentingnya kehati-hatian dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama di tengah maraknya misinformasi dan hoaks yang beredar tanpa verifikasi. Ia bahkan menegaskan pesan itu dengan mengutip QS. Al-Hujurāt ayat 6, lengkap dengan arab, latin, dan terjemahan, sebagai landasan moral insan pers:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ
Yā ayyuhal-lażīna āmanū in jāakum fāsiqun binabain fatabayyanū an tuṣībū qawman bijahālatin fatuṣbiḥū ‘alā mā fa‘altum nādimīn.
Artinya : “Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesali perbuatanmu itu.”
Ayat tersebut, tegas Sakinah, adalah pesan ilahi yang sejalan dengan kode etik jurnalistik: verifikasi adalah kewajiban, bukan sekadar prosedur.
Pelantikan tahun ini mengangkat tema:
Meneguhkan Profesionalisme Wartawan Berintegritas dalam Menangkal Misinformasi di Era Transformasi Digital.”
Sakinah menyebut tema ini bukan sekadar slogan upacara, melainkan peta jalan PWI Pangkep untuk tiga tahun ke depan.
“PWI Pangkep harus menjadi rumah bagi insan pers yang independen, kreatif, dan profesional. Kami siap memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah serta menghadirkan iklim informasi yang sehat demi kemajuan Pangkep,” tegasnya.
Pelantikannya juga mencatat sejarah baru. Sakinah menjadi ketua perempuan pertama dalam sejarah PWI Pangkep. Kehadirannya mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak, menandai fase baru yang lebih inklusif dan progresif dalam kepemimpinan organisasi pers di daerah tersebut.
Dengan komitmen tegas, visi kuat, dan landasan moral yang ia sampaikan, Sakinah menandai babak baru perjalanan PWI Pangkep: lebih profesional, lebih berintegritas, dan lebih siap menghadapi tantangan era digital.







