Dari Esemka ke Mobil Listrik, Cak Imin Ajak Indonesia Ambil Alih Pasar Global

  • Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar. (Foto: Ist)

Pribumi.co.id, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat sekaligus Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar, atau yang akrab disapa Cak Imin, menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama dalam industri kendaraan listrik (EV).

Dalam sebuah diskusi publik bertema Industri Mobil Listrik dan Baterai EV Nasional yang diselenggarakan di Markas PKB, Jalan Raden Saleh, Menteng, Jakarta Pusat, Cak Imin menyampaikan pentingnya pemanfaatan potensi sumber daya alam yang melimpah guna mendorong pengembangan industri kendaraan listrik di Tanah Air.

“Hari ini kebutuhan industri mobil listrik amat sangat nyata,” ujar Cak Imin.

Menurutnya, adanya kebutuhan mendesak terkait transportasi yang efisien, jumlah penduduk yang besar, serta kepentingan untuk menjaga lingkungan hidup menjadi alasan utama mengapa Indonesia harus serius mengembangkan industri kendaraan listrik.

Di tengah ancaman krisis lingkungan hidup yang semakin terasa, seperti pemanasan global dan polusi udara, Cak Imin menyoroti peran kendaraan bermotor berbahan bakar fosil yang turut menyumbang produksi karbon tinggi, tak hanya di jalan raya tetapi juga dari pembangkit listrik berbasis batu bara.

Cak Imin tak lupa mengingatkan potensi sumber daya alam Indonesia yang melimpah sebagai modal besar untuk membangun industri kendaraan listrik.

“Kita punya nikel, besi, aluminium, dan bauksit yang sangat melimpah, yang menjadi bahan baku utama dalam produksi kendaraan listrik,” katanya.

Menurutnya, Indonesia memiliki kekuatan yang belum dimanfaatkan secara optimal dalam industri EV, meskipun pasar domestik sudah sangat subur.

“Indonesia itu pasar yang sangat subur. Pasarnya itu ibaratnya jual apa saja di sini pasti laku,” sebut Cak Imin dengan gaya bercanda.

Meskipun demikian, dia mengakui bahwa pengembangan industri kendaraan listrik di Indonesia belum secepat yang diharapkan.

Untuk itu, dia mendorong kebijakan berbasis riset dan ilmu pengetahuan agar sektor ini bisa berkembang secara optimal.

Sebagai catatan, mobil Esemka, yang pernah digaungkan sebagai kebanggaan industri otomotif Indonesia di era pemerintahan Presiden Joko Widodo, masih belum berhasil memenuhi ekspektasi besar yang diharapkan masyarakat.

Pabrik mobil listrik yang berada di Solo itu sampai saat ini belum bisa menjadi produk unggulan yang mampu membawa Indonesia sebagai pemain besar di industri mobil listrik global.

  • Bagikan