Pribumi.co.id Pangkep – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) menggelar sosialisasi peningkatan kesiapsiagaan masyarakat terhadap banjir di Rumah Ketua Gapoktan M. Nur, Kampung Pagang, Kelurahan Sibatua, Kabupaten Pangkep, Minggu (2/8/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat, khususnya petani, dalam menghadapi potensi banjir guna menjaga keberlangsungan hasil panen.
Kegiatan yang berlangsung pukul 13.00–15.00 WITA tersebut menghadirkan Daffa Thufailah, sebagai pemateri dengan Nurul Ziyadah bertindak sebagai moderator. Seluruh mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Posko Kelurahan Sibatua turut terlibat dalam pelaksanaan kegiatan.
Dalam pemaparannya, Daffa menjelaskan bahwa banjir menjadi salah satu ancaman utama bagi sektor pertanian. Selain dipengaruhi curah hujan yang tinggi, banjir juga dapat dipicu oleh meluapnya sungai, drainase yang tersumbat sampah, berkurangnya daerah resapan air, hingga dampak perubahan iklim yang memicu cuaca ekstrem.
“Bencana banjir tidak hanya merendam lahan pertanian, tetapi juga berpotensi menyebabkan gagal panen, meningkatkan serangan hama dan penyakit tanaman, menurunkan kualitas hasil pertanian, serta mengakibatkan kerugian ekonomi bagi petani,” jelasnya.
Peserta juga dibekali pengetahuan mengenai tanda-tanda awal potensi banjir, seperti hujan deras yang berlangsung terus-menerus, meningkatnya debit sungai, saluran drainase yang mulai penuh, munculnya genangan di jalan maupun lahan pertanian, serta pentingnya memperhatikan informasi peringatan dini dari BMKG.
Selain itu, pemateri menguraikan langkah-langkah mitigasi yang perlu dilakukan sebelum banjir terjadi. Di antaranya membersihkan saluran drainase, menyimpan benih di tempat yang aman, menyiapkan jalur evakuasi, memindahkan alat pertanian ke lokasi yang lebih tinggi, serta rutin memantau prakiraan cuaca sebagai langkah antisipasi.
Tidak hanya fokus pada kesiapsiagaan sebelum bencana, masyarakat juga diberikan edukasi mengenai penanganan lahan pascabanjir. Langkah yang disarankan meliputi membersihkan sisa lumpur, membuang tanaman yang membusuk, memeriksa kondisi tanah, melakukan pengendalian hama bila diperlukan, hingga melakukan penanaman kembali ketika kondisi lahan telah memungkinkan.
Materi sosialisasi juga menekankan pentingnya pemanfaatan informasi cuaca dalam menentukan jadwal tanam maupun panen. Masyarakat diimbau selalu mengikuti informasi resmi BMKG agar dapat mengambil keputusan yang tepat dalam aktivitas pertanian.
Di sisi lain, upaya pencegahan banjir melalui kepedulian terhadap lingkungan turut menjadi perhatian. Peserta diajak membangun kebiasaan tidak membuang sampah ke saluran air, membersihkan drainase secara berkala, menanam pohon, serta memperkuat budaya gotong royong untuk mengurangi risiko banjir.
Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Warga berbagi pengalaman menghadapi banjir sekaligus mendiskusikan berbagai upaya yang dapat dilakukan bersama pemerintah dalam memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dan menjaga ketahanan panen.
Melalui sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berharap pengetahuan masyarakat mengenai mitigasi banjir semakin meningkat sehingga sektor pertanian di Kelurahan Sibatua menjadi lebih tangguh menghadapi ancaman bencana serta mampu menjaga produktivitas hasil panen secara berkelanjutan.





