Pribumi.co.id, Pangkep — Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Lutfi Hanafi, melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke SPPG 02 Labakkang, Rabu (10/12/2025). Sidak ini menyusul insiden 74 siswa yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dari program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Langkah cepat DPRD Pangkep tersebut dilakukan sebagai respons atas laporan orang tua siswa dan pihak sekolah terkait puluhan pelajar yang mengalami mual, muntah, serta sakit perut di Kecamatan Labakkang.
Dalam sidaknya, Lutfi Hanafi meninjau langsung dapur SPPG, mulai dari proses pengolahan makanan, kebersihan peralatan, hingga sistem pendistribusian ke sekolah-sekolah penerima MBG. Ia juga meminta keterangan dari pengelola SPPG, petugas dapur, serta pihak terkait guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut.
“Kesehatan dan keselamatan siswa tidak boleh dikompromikan. Peristiwa ini harus ditangani secara serius, terbuka, dan bertanggung jawab,” tegas Lutfi Hanafi di sela-sela sidak.
Politisi Fraksi Partai Gerindra itu menekankan pentingnya penerapan standar higienitas yang ketat dalam pelaksanaan program MBG, mengingat sasaran utamanya adalah anak-anak sekolah. Ia memastikan DPRD Pangkep akan mengawal kasus ini hingga tuntas.
“Program MBG ini sangat baik, tetapi jika dalam pelaksanaannya ditemukan kelalaian, maka harus dievaluasi secara menyeluruh. Bila terbukti ada pelanggaran, DPRD akan merekomendasikan langkah tegas,” tambahnya.
Insiden dugaan keracunan tersebut terjadi pada Senin (8/12/2025). Puluhan siswa dari SMA 13 Boarding School Pangkep dan SD Negeri 13 Kassiloe dilaporkan mengalami mual, muntah, dan diare beberapa jam setelah menyantap menu MBG.
Kapolsek Labakkang, AKP Sofyanto, membenarkan kejadian itu. Ia mengatakan laporan diterima sekitar pukul 21.00 Wita, dan aparat kepolisian bersama jajaran Polres Pangkep langsung turun ke lokasi.
“Kami memastikan kondisi para siswa serta berkoordinasi dengan pihak sekolah dan tenaga medis,” ujarnya.
Salah satu siswa terdampak, Anugerah Ali Pratama, mengaku mulai merasakan gejala pada sore hari setelah makan siang di sekolah.
“Waktu makan tidak ada bau aneh. Tapi sekitar jam lima sore mulai mual dan sakit perut. Saya tidak makan apa-apa lagi selain menu MBG,” ungkapnya.
Setelah mendapat penanganan medis, kondisi Anugerah dan beberapa siswa lainnya dilaporkan berangsur membaik.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Pangkep, Mansyur TP, menyebutkan total 74 siswa tercatat terdampak. Pada malam kejadian, 27 siswa sempat dirujuk ke sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan, seperti Puskesmas Labakkang, Puskesmas Taraweang, STMC Tonasa, hingga RSUD Batara Siang. Hingga Selasa siang (9/12/2025), 17 siswa masih menjalani perawatan.
“Dugaan awal mengarah pada makanan dari salah satu SPPG di wilayah Labakkang. Sampel makanan, terutama lauk yang diduga berasal dari ayam, sudah kami ambil untuk pemeriksaan laboratorium,” jelas Mansyur.
Dinas Kesehatan Pangkep telah menurunkan tim surveilans dan tim kesehatan lingkungan untuk melakukan investigasi menyeluruh. Sambil menunggu hasil uji laboratorium, pengawasan dan pembinaan ketat turut dilakukan terhadap SPPG 02 Labakkang.
Di hadapan Ketua Komisi II DPRD Pangkep, penanggung jawab SPPG 02 Labakkang, Muammar, mengakui adanya dugaan kesalahan dalam penanganan bahan baku makanan.
“Ada kemungkinan kesalahan dalam proses pengolahan, khususnya pada bahan baku yang dimasak terlalu cepat sehingga belum matang sempurna. Namun kami masih menunggu hasil pemeriksaan sampel,” jelasnya.
DPRD Pangkep menegaskan komitmennya untuk terus mengawal penanganan kasus ini guna menjamin keamanan pangan, melindungi keselamatan siswa, serta menjaga kepercayaan publik terhadap program Makanan Bergizi Gratis.





