Rahman Assagaf: KKN UCM Bukan Sekadar Pengabdian, Tapi Titik Temu Ilmu dan Nurani

  • Bagikan

Pribumi.co.id, Pangkep — Di antara derap langkah mahasiswa yang menapaki jalan pengabdian, ada secercah harapan yang tumbuh di tanah Bulu Cindea. Harapan itu disambut dengan tangan terbuka oleh Wakil Bupati Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), H. Abd Rahman Assagaf, yang memaknai pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Cokroaminoto Makassar (UCM) bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan jembatan kolaborasi antara kampus dan pemerintah daerah dalam membangun peradaban desa.

Dalam sambutannya saat menerima rombongan KKN UCM di ruang kerjanya, Selasa (21 / 10/ 2025), Rahman menegaskan bahwa Pangkep akan selalu membuka diri bagi setiap langkah intelektual yang berpihak pada kemajuan masyarakat.

“Saya mewakili Bapak Bupati Pangkep menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dipilihnya Pangkep, khususnya Bulu Cindea, sebagai lokasi pengabdian mahasiswa UCM. Ini bukan sekadar program, tapi pertemuan niat baik antara ilmu pengetahuan dan pengabdian,” tutur Rahman dengan penuh semangat.

Wabup yang dikenal sebagai sosok yang dekat dengan dunia pendidikan ini menilai, hubungan antara UCM dan Pemkab Pangkep telah terjalin baik sejak lama dan kini semakin menemukan bentuknya yang konkret melalui kegiatan-kegiatan nyata seperti KKN.

“UCM adalah kampus besar dengan nama besar Cokroaminoto, tokoh nasional yang mengajarkan makna perjuangan dan kebangsaan. Mahasiswa UCM harus meneladani semangat itu — belajar bukan hanya untuk diri sendiri, tapi untuk masyarakat dan bangsanya,” ujar Rahman.

Ia berpesan agar mahasiswa tidak berhenti pada pencapaian akademik semata, melainkan terus menyiapkan diri menapaki tangga ilmu hingga ke jenjang yang lebih tinggi.

“Menjadi sarjana adalah awal, bukan akhir. Persiapkan diri untuk S2, bahkan S3. Dunia menunggu karya dan pemikiran kalian,” pesannya yang disambut tepuk tangan hangat mahasiswa.

Sementara itu, Rektor UCM, Dr. Lukman Daris, mengenang masa mudanya dengan penuh haru. Ia bercerita bahwa 26 tahun silam, dirinya pernah juga melaksanakan KKN di tempat yang sama Desa Bulu Cindea.

“Saya ini alumni UCM, dan tahun 1999 saya juga ber-KKN di desa ini. Hari ini seperti mengulang sejarah, tapi dengan peran yang berbeda,” ujarnya tersenyum.

Rektor berharap para mahasiswa KKN mampu menjadi pemimpin di masa depan, meneladani semangat perjuangan dan dedikasi.

“Kelak, di antara kalian ada yang menjadi rektor seperti saya, atau pemimpin hebat di bidangnya masing-masing,” harapnya.

Lebih jauh, Lukman menegaskan bahwa kegiatan KKN harus berpijak pada kebutuhan masyarakat desa dan sejalan dengan arah pembangunan daerah.

Ia juga menyinggung MoU antara UCM dan Pemkab Pangkep yang telah ditandatangani pada tahun 2022 sebagai dasar kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

“Hari ini, kita tidak sekadar menindaklanjuti MoU itu, tapi menanamkan semangat kolaborasi yang berakar di desa dan berbuah untuk kemajuan bangsa,” pungkasnya.
Kegiatan KKN ini diikuti oleh 21 mahasiswa dari empat program studi — Agrobisnis Perikanan, Akuakultur, Manajemen, dan Ilmu Hubungan Masyarakat — yang akan berkiprah selama beberapa minggu di Desa Bulu Cindea, Kecamatan Bungoro.

Ketua Panitia KKN, Dini Anggraeni, menuturkan bahwa Bulu Cindea dipilih karena memiliki potensi besar di bidang perikanan dan pariwisata.

“Anak-anak bisa mengaplikasikan ilmu secara langsung di sini. Kepala desa juga sangat terbuka dan mendukung,” ujarnya.

Rombongan UCM kemudian bertolak ke lokasi KKN dan disambut hangat oleh Sekretaris Desa Bulu Cindea, Sahril, yang mengungkapkan rasa syukurnya.

“Kehadiran mahasiswa UCM bersama Pak Rektor dan dukungan langsung dari Pak Wakil Bupati menjadi kehormatan bagi kami. Semoga dari sini lahir sinergi baru dalam pemberdayaan masyarakat,” ucapnya.

Kehadiran Wakil Bupati Abd Rahman Assagaf pada kesempatan ini tidak sekadar simbol seremonial, tetapi menjadi penegas bahwa pendidikan dan pemerintah harus berjalan seiring menyatu dalam misi mencerdaskan dan memberdayakan rakyat.

Dari ruang kerja Wakil Bupati hingga jalan-jalan kecil di Bulu Cindea, gema kolaborasi itu kini mulai terdengar: lembut, tulus, dan menjanjikan masa depan yang lebih terang.

  • Bagikan