Pribumi.co.id, Pangkep — Delapan puluh tujuh tahun berlalu sejak para pemuda Indonesia bersatu dalam ikrar Sumpah Pemuda, namun semangatnya masih terasa hidup di setiap langkah generasi muda. Semangat itulah yang kembali menyala di SMA Negeri 1 Pangkep, Selasa (28/10/2025), ketika mahasiswa KKN-PPL Universitas Negeri Makassar (UNM) Angkatan XXXI menghadirkan kegiatan bertema “Muda Berkarya, Muda Berbudaya.”
Dalam suasana penuh nasionalisme dan keceriaan, halaman sekolah berubah menjadi ruang ekspresi bagi siswa untuk menyalurkan bakat, ide, dan semangat kebangsaan. Kegiatan ini bukan sekadar perayaan, melainkan panggilan jiwa untuk kembali meneguhkan tekad bahwa pemuda adalah penerus cita-cita bangsa.
Acara dibuka secara resmi oleh Camat Pangkajene, Lukman Maurtala, yang dalam sambutannya mengajak seluruh peserta didik untuk tidak melupakan makna sejarah Sumpah Pemuda.
“Pemuda hari ini adalah penjaga masa depan. Berkaryalah dengan semangat, dan jagalah akar budaya kita. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak lupa pada jati dirinya,” ujarnya penuh makna.
Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Pangkep, Syamsul Ardi, S.Pd., M.Pd., menilai kehadiran mahasiswa KKN-PPL UNM membawa warna baru dalam dunia pendidikan.
“Mereka hadir bukan hanya sebagai pengajar, tapi sebagai inspirator. Program ini menghidupkan kembali semangat belajar dan kreativitas di kalangan siswa,” ungkapnya.
Selama kegiatan berlangsung, para mahasiswa UNM menghadirkan tiga lomba tematik yang menjadi magnet bagi ratusan peserta didik:
Lomba Desain Poster: hasil pembelajaran Kelas IT yang melatih kreativitas digital bertema nasionalisme dan budaya.
Lomba Baca Puisi: wadah menyalurkan ekspresi sastra yang menggetarkan jiwa dengan nilai cinta tanah air.
Smansa The Voice Star: ajang bakat musik yang menggugah semangat berkarya dan percaya diri di kalangan pelajar.
Ketua kelompok KKN-PPL UNM, Muhammad Yahya Muhaimin, menjelaskan bahwa seluruh kegiatan dirancang untuk menanamkan nilai-nilai budaya dalam bingkai kreativitas modern.
“Kami ingin mengajak generasi muda untuk tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga menghargai akar budaya bangsa. Karena dari sanalah lahir identitas sejati pemuda Indonesia,” tuturnya.
Senada dengan itu, Andi Risma Rusli selaku koordinator panitia mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya acara ini.
“Semua ini bisa terlaksana berkat kerja sama yang solid antara mahasiswa, pihak sekolah, pemerintah kecamatan, dan siswa. Semangat Sumpah Pemuda menjadi energi utama kami,” ujarnya penuh bangga.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh para mahasiswa KKN-PPL UNM Angkatan XXXI, antara lain Muhammad Yahya Muhaimin, Andi Risma Rusli, Nuriana Mailai, Syahraeni, dan Noven. Keberhasilan mereka menyelenggarakan kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa bukan hanya agen perubahan di kampus, tetapi juga motor penggerak inspirasi di masyarakat.
Dengan dukungan dari pemerintah kecamatan dan antusiasme siswa yang luar biasa, kegiatan ini meninggalkan kesan mendalam: bahwa api Sumpah Pemuda tak pernah padam. Ia terus menyala di dada para pemuda—dalam karya, dalam budaya, dan dalam setiap langkah menuju masa depan Indonesia yang lebih bermartabat.




