Pribumi.co.id, Pangkep – Di sebuah ruangan Islamic Center, Kamis (18/9/2025), semangat itu kembali menyala. Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat STAI DDI Pangkep menggelar Basic Training (LK I), sebuah proses kaderisasi yang tak sekadar agenda rutin, tetapi lebih menyerupai perjalanan panjang untuk membentuk karakter pejuang muda.
Tema yang diangkat, “Membentuk Karakter Kader Guna Tercapainya Mission HMI”, seakan menjadi pengingat bahwa misi organisasi ini bukanlah sekadar semboyan, melainkan arah perjuangan yang ditanamkan sejak awal langkah seorang kader.
Acara dimulai dengan khidmat ketika Ketua Umum HMI Cabang Pangkep, Fadli Muhammad, membuka kegiatan. Di hadapan peserta, ia menegaskan bahwa kaderisasi adalah ruh HMI yang harus terus dijaga.
“Saya bangga menyaksikan semangat kaderisasi tetap menyala. LK I ini bukan hanya tentang membentuk kader, tetapi menjaga marwah organisasi. HMI Komisariat STAI DDI Pangkep telah menunjukkan komitmennya untuk terus membina karakter dan meneguhkan arah perjuangan,” ujarnya penuh keyakinan.
Nada serupa disampaikan oleh Dendi Malik, Ketua Komisariat STAI DDI Pangkep. Baginya, kaderisasi adalah tanggung jawab moral yang harus dijalani dengan konsistensi.
“Kami percaya bahwa kaderisasi adalah jalan panjang yang membutuhkan keberanian. LK I ini adalah tanggung jawab kami untuk melahirkan kader yang memahami nilai-nilai HMI sekaligus siap menjawab tantangan zaman dengan karakter kuat dan visi jelas,” tegasnya.
Apresiasi juga datang dari Sabaruddin, Ketua Bidang Pembinaan Anggota BADKO HMI Sulsel. Ia menilai langkah yang diambil komisariat ini sebagai bukti nyata bahwa semangat HMI tidak pernah padam.
“Saya melihat semangat luar biasa dari HMI Komisariat STAI DDI Pangkep. Dari titik yang mungkin dianggap kecil, justru lahir energi besar bagi keberlangsungan kaderisasi HMI,” ungkapnya.
Tak ketinggalan, suara perempuan hadir melalui Aminatuzzuhriah, alumni LK III Kalimantan Selatan sekaligus kader Kohati Cabang Pangkep. Baginya, Basic Training bukan sekadar soal intelektual, tetapi juga ruang pembentukan kepekaan emosional dan spiritual.
“Bagi Kohati, LK I adalah ruang penting untuk menanamkan kepemimpinan berkeadaban. Terutama bagi kader perempuan yang kelak akan menjadi penggerak perubahan di berbagai lini kehidupan,” tuturnya.
Dari balik cerita ini, tersirat satu pesan: konsistensi adalah keberanian. Melalui LK I, HMI Komisariat STAI DDI Pangkep meneguhkan diri untuk tetap setia pada amanah sejarah, merawat nilai, dan melangkah menuju peradaban.








