Mahasiswa Desak Pemkab Pangkep Atasi Kelangkaan BBM di Liukang Tangaya

  • Bagikan
Himpunan Mahasiswa Liukang Tangaya (Himalaya) menggelar aksi unjuk rasa di depan Taman Musafir, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Padoang-doangan, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep. (Foto: Afdhal/Pribumi)

Pribumi.co.id, Pangkep – Himpunan Mahasiswa Liukang Tangaya (Himalaya) menggelar aksi unjuk rasa di depan Taman Musafir, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Padoang-doangan, Kecamatan Pangkajene, Kabupaten Pangkep, Kamis (8/5/2025).

Dalam aksinya, mereka mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep agar segera mengambil langkah konkret terkait kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang terjadi di kepulauan Kecamatan Liukang Tangaya.

“Kelangkaan BBM ini sangat berdampak pada masyarakat nelayan di lima desa, yaitu Desa Kapoposang Bali, Desa Satanger, Desa Sailus, Desa Poleonro, dan Desa Tampaang,” kata Ketua Himalaya, Supriadi, saat berorasi.

Supriadi meminta Bupati Pangkep, Muhammad Yusran Lalogau, untuk turun tangan menyelesaikan persoalan ini.

Menurutnya, krisis BBM yang terjadi sudah menyulitkan aktivitas masyarakat, khususnya nelayan yang bergantung pada bahan bakar untuk melaut.

“Kelangkaan BBM di Tangaya menjadi permasalahan yang serius dan segera harus ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dalam pernyataan sikapnya, Himalaya menyampaikan tiga tuntutan. Mereka meminta Bupati Pangkep mendesak penyalur untuk menambah sub agen BBM di Tangaya Barat, menghadirkan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) di Kecamatan Liukang Tangaya, serta merealisasikan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2022 tentang penyelenggaraan bantuan hukum bagi masyarakat miskin.

Menanggapi hal ini, Pemerintah Kabupaten Pangkep melalui Asisten I, Asrul Asikin menyatakan siap menindaklanjuti aspirasi tersebut.

Menurutnya, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pihak Pertamina dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terkait suplai BBM ke wilayah Tangaya.

“Khusus untuk bantuan hukum bagi masyarakat miskin, saat ini masih dalam tahap sosialisasi,” ujar dia.

Sementara jenderal lapangan aksi, Salman, menegaskan kelangkaan BBM bukan hanya berdampak pada nelayan, tetapi juga melumpuhkan roda ekonomi masyarakat.

“Kami meminta pemerintah untuk menjadikan persoalan kelangkaan BBM ini sebagai prioritas yang segera harus ditindaklanjuti,” tandas Salman.

  • Bagikan