Pribumi.co.id, Maros – Kabupaten Maros di Sulawesi Selatan kembali menegaskan jati dirinya sebagai daerah kaya sejarah dan budaya.
Tak hanya dikenal lewat bentang alam karst yang menakjubkan, wilayah ini juga menyimpan kekayaan adat yang patut dilestarikan.
Salah satu bentuk upaya pelestarian tersebut diwujudkan lewat Festival Budaya Daerah yang akan digelar pada 24–25 Mei 2025 di Istana Karst Botolempangan, Kecamatan Bontoa, Kabupaten Maros.
Kegiatan ini diinisiasi oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Maros.
Menurut Abdillah Jabir, Wakil Ketua II KNPI Maros, sekaligus Ketua Panitia Festival, acara ini tak hanya menjadi ruang ekspresi seni dan budaya lokal, tetapi juga ajang edukasi bagi generasi muda untuk lebih mencintai warisan budaya daerahnya.
“Keberadaan adat dan seni budaya lokal sangat penting untuk mempertahankan identitas dan kearifan lokal kita,” ujar Abdillah kepada Kantor Berita Pribumi pada Selasa (13/5/2025).
“Festival ini bukan hanya untuk hiburan, tapi sebagai langkah konkret melawan derasnya arus budaya asing yang bisa menggerus nilai-nilai lokal,” tambahnya.
Beragam kegiatan akan mewarnai festival ini, mulai dari lomba tari tradisional, padendang, hingga akdodoro, sebuah pertunjukan seni khas masyarakat lokal.
Tidak hanya itu, panitia juga menyiapkan lomba melukis alam yang dikhususkan untuk warga Maros sebagai bentuk apresiasi terhadap keindahan alam karst setempat.
Abdillah pun mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga Sulawesi Selatan, untuk turut hadir dan ambil bagian dalam festival tersebut.
Dia mengatakan pelestarian budaya bukan semata tanggung jawab pemerintah, melainkan tugas kolektif seluruh lapisan masyarakat.
“Kalau bukan kita yang menjaga dan melestarikan, siapa lagi? Mari jadikan festival ini momentum bersama untuk memperkuat kebanggaan kita terhadap budaya daerah,” tandasnya.
Sekadar diketahui, Festival Budaya Daerah ini diharapkan tak hanya memperkuat rasa cinta terhadap budaya lokal, tetapi juga mendorong promosi pariwisata Maros, yang dikenal memiliki kawasan karst terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok.








