Pribumi.co.id, Pangkep – Suasana libur Idulfitri 1446 Hijriah dimanfaatkan ribuan warga untuk melepas penat di objek wisata alam Leang Lonrong, Desa Panaikang, Kecamatan Minasate’ne, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Minggu (6/4/2025).
Permandian alami yang berada di kaki pegunungan kapur itu menjadi magnet wisatawan dari berbagai daerah.
Berjarak sekitar 5 kilometer dari jalan poros Makassar–Pangkep, Leang Lonrong menawarkan keindahan panorama dan kesegaran mata air pegunungan yang mengalir langsung dari dalam gua.
“Wisata Leang Lonrong selain pegunungannya indah, alam yang sejuk dengan mata air asli pegunungan memberi cerita tersendiri bagi pengunjung. Selain itu, harga tiket masuknya juga murah,” ujar Sabrul, salah seorang pengunjung yang datang bersama keluarganya.
Keunikan Leang Lonrong terletak pada aliran air yang muncul dari celah bebatuan di dalam gua dan membentuk kolam alami di mulutnya. Suasana yang jauh dari kebisingan dan polusi membuat lokasi ini cocok sebagai tempat rekreasi keluarga.
Menurut pengelola wisata, Rafli, jumlah pengunjung melonjak drastis selama libur lebaran tahun ini.
“Sejak hari pertama lebaran, pengunjung bisa tembus dua ribu orang per hari. Paling banyak datang dari Barru, Maros, Takalar, Gowa, dan tentu saja dari Pangkep sendiri,” ungkapnya.
Rafli menambahkan, selain pesona alamnya, Leang Lonrong juga memiliki nilai sejarah tersendiri. Dalam bahasa lokal, ‘leang’ berarti gua, yang menjadi ikon utama tempat ini.
“Airnya sejuk, tempatnya bersih, dan nuansa alaminya masih sangat terasa. Itu yang membuat pengunjung betah,” katanya.
Dengan harga tiket masuk yang hanya Rp3.000, wisata Leang Lonrong terus menjadi destinasi favorit, terutama saat libur panjang.
Lokasi ini juga menjadi sumber air bersih bagi warga sekitar, karena sungainya mengalir hingga ke permukiman penduduk.
Kini, Leang Lonrong tak hanya dikenal sebagai tempat permandian alami, tetapi juga sebagai simbol kekayaan alam Pangkep yang terus menarik minat wisatawan lokal maupun dari luar daerah.





