Korupsi Menggurita di Pangkep, Grib Jaya Desak Kejari Telesuri Proyek Bermasalah

  • Bagikan
Grib Jaya Pangkep menggelar unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkep, Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Pangkajene, Senin (14/4/2025). (Foto: Afdhal/Pribumi)

Pribumi.co.id, Pangkep – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (Grib Jaya) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) kembali menggelar unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangkep, Jalan Sultan Hasanuddin, Kecamatan Pangkajene, Senin (14/4/2025).

Aksi kali ini diwarnai dengan memblokade Jalan Poros Trans Sulawesi, menyebabkan kemacetan total selama beberapa saat. Namun, kemacetan segera terurai setelah Kepala Kejari Pangkep, Supardi, turun langsung menemui massa aksi.

Sebelumnya, sempat terjadi ketegangan antara peserta aksi dan aparat kejaksaan. Situasi memanas ketika terjadi saling dorong antara massa dan oknum aparat, meski akhirnya dapat diredam.

Dalam dialog terbuka bersama pihak kejaksaan, Ketua Generasi Muda Grib Jaya DPC Pangkep, Ardan Aidin, menyuarakan kekecewaan mereka atas penanganan sejumlah proyek yang diduga bermasalah.

“Kami mempertanyakan keseriusan Kejari Pangkep dalam menangani proyek-proyek yang terindikasi korupsi, seperti Taman Tematik Bambu Runcing, jembatan dan lampu jalan Segeri-Mandalle, serta Stadion Andi Mappe,” ujar Ardan.

Dia juga meminta agar Kejari Pangkep lebih transparan kepada publik dalam mengungkap penanganan kasus korupsi yang sedang berjalan.

“Jangan sampai ada kesan kejaksaan bermain mata dengan oknum yang terlibat,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Kajari Pangkep, Supardi, mengapresiasi informasi yang disampaikan oleh Grib Jaya. Menurutnya, laporan-laporan tersebut akan menjadi catatan penting bagi institusinya.

“Kami berterima kasih atas informasi ini. Akan kami dalami. Insyaallah, jika sudah cukup bukti, kami akan sampaikan secara terbuka kepada publik,” tandas Supardi di hadapan massa aksi.

Aksi ini berakhir dengan tertib setelah dialog selesai, dan massa perlahan membubarkan diri dari lokasi.

  • Bagikan