Pribumi.co.id, Pangkep – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu Jaya (GRIB Jaya) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) kembali menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Pangkep, Rabu (23/4/2025).
Aksi yang berlangsung di Jalan Cempaka, Kelurahan Padoang-doangan, Kecamatan Pangkajene ini dilakukan untuk menuntut penuntasan kasus dugaan ancaman pembunuhan terhadap Penasehat GRIB Jaya, Muh Ramli.
Ketua Generasi Muda GRIB Jaya Pangkep, Ardan Aidin menyampaikan, ada tiga poin utama yang menjadi tuntutan massa aksi.
“Pertama, kami meminta pihak Polres segera memanggil dan menangkap terduga pelaku ancaman pembunuhan terhadap penasehat kami, Muh Ramli,” tegas Ardan.
Selain itu, GRIB Jaya juga mendesak aparat penegak hukum memeriksa dugaan penyimpangan anggaran dalam proyek pemeliharaan CCTV Rp399.748.000 di sepuluh kelurahan yang tersebar di Kecamatan Minasatene dan Pangkajene.
Tuntutan ketiga berkaitan dengan dugaan penyimpangan dalam pengadaan tandong air oleh BPBD Pangkep.
“Total anggaran sebesar Rp1,6 miliar lebih, untuk pengadaan 1.270 unit tandong air dengan kapasitas 600 liter dan 1.200 liter. Kami menduga ada permainan antara oknum Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan penyedia jasa,” ujarnya.
Menanggapi aksi tersebut, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Pangkep, AKP Muh Saleh mengatakan bahwa laporan dugaan ancaman pembunuhan masih dalam proses penyelidikan.
“Saat ini proses pemanggilan saksi sedang berjalan. Namun, saksi utama masih berada di luar daerah, jadi mohon beri kami waktu. Kami pastikan proses ini berjalan secara transparan dan teman-teman GRIB bisa memantau perkembangan kasus ini,” ujar Muh Saleh.
Terkait dugaan penyimpangan pada proyek CCTV dan tandong air, Muh Saleh mengatakan pihaknya belum menerima laporan secara resmi.
“Untuk CCTV dan tandong air, sejauh ini belum ada laporan yang masuk. Tapi kami akan tindak lanjuti dan membuka ruang bagi teman-teman untuk menyampaikan bukti jika ada,” kata dia.
Namun, penjelasan itu belum sepenuhnya memuaskan massa aksi. Ardan Aidin menegaskan pihaknya menilai penanganan kasus dugaan ancaman pembunuhan harus menjadi prioritas.
“Ini menyangkut nyawa. Kami berharap pelaku segera ditangkap,” kata Ardan.
Senada, salah satu orator aksi, Fadli, mempertanyakan tindak lanjut atas sejumlah laporan dugaan korupsi yang pernah disampaikan GRIB Jaya.
“Banyak laporan kami seperti hilang begitu saja, tanpa kejelasan. Kami harap ada progres nyata dari aparat,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Muh Saleh kembali menegaskan pihaknya terbuka terhadap koordinasi dan pelaporan tambahan dari masyarakat.
“Silakan berkoordinasi dengan kami jika ada bukti atau informasi tambahan. Kami siap menindaklanjutinya,” pungkasnya.








