Pribumi.co.id, Jakarta – Gerakan Nurani Bangsa (GNB), sebuah forum yang diisi oleh tokoh-tokoh agama, mantan rektor, dan cendekiawan, menggelar diskusi bertajuk Pesan Kebangsaan Awal Tahun 2025 dalam rangka mengevaluasi 100 hari kinerja Presiden Prabowo Subianto. Diskusi tersebut berlangsung di Griya Gus Dur, Jakarta Pusat, Selasa (28/1/2025).
Sejumlah tokoh penting hadir dalam forum ini, termasuk Uskup Agung Jakarta Ignatius Kardinal Suharyo, cendekiawan muslim Karlina Supelli, Gomar Gultom, Alissa Wahid, mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, hingga mantan pimpinan KPK Laode M Syarif. Diskusi juga dihadiri akademisi seperti Prof Komaruddin Hidayat, yang menyoroti isu penegakan hukum di era pemerintahan Prabowo.
Dalam paparannya, Prof. Komaruddin yang merupakan dosen Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII), menilai bahwa sektor penegakan hukum menjadi tantangan besar yang harus segera diatasi oleh pemerintahan Prabowo.
“Banyak sekali PR (pekerjaan rumah) yang harus diselesaikan, terutama soal penegakan hukum dan nepotisme yang diwariskan dari pemerintahan sebelumnya. Presiden Prabowo harus siap menerima dan mengatasinya,” ujar Komaruddin.
Ia juga mengingatkan, jika sektor ini tidak menunjukkan progres yang signifikan, rakyat dapat kehilangan kepercayaan.
“Kalau kesempatan ini dilewatkan dan tidak ada perkembangan, rakyat yang selama ini memantau akan mulai kehilangan harapan. Ini bisa menjadi ancaman bagi stabilitas kepercayaan publik,” lanjutnya.
Meski demikian, Komaruddin mendukung tekad Prabowo yang berjanji akan memberantas korupsi hingga ke akar. Ia berharap pemerintah benar-benar menempatkan orang-orang kompeten di posisi strategis sesuai prinsip meritokrasi.
“Kami mendukung pernyataan beliau (Prabowo) untuk memberantas korupsi dan menempatkan pembantu-pembantu berdasarkan meritokrasi. Itu harapan besar kami,” tandasnya.
Sekadar diketahui, forum GNB ini menjadi salah satu bentuk kritik konstruktif dari elemen masyarakat terhadap pemerintahan Prabowo.








