Pribumi.co.id, Pangkep – Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) tak menyurutkan semangat puluhan kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pangkep untuk menyuarakan aspirasi.
Membawa sederet tuntutan, mereka menggelar aksi demonstrasi di depan Kantor Bupati Pangkep, Jln Sultan Hasanuddin, Kecamatan Pangkajene, Kamis (30/1) siang.
HMI Pangkep menuntut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pangkep agar lebih serius dalam menentukan skala prioritas pembangunan dan tidak sekadar melaksanakan proyek tanpa arah yang jelas.
Setelah berorasi di jalanan, massa bergerak masuk ke kantor bupati dan diterima oleh Asisten III Pemda Pangkep, Abbas Hasan.
Dalam pertemuan tersebut, HMI Pangkep menyampaikan delapan tuntutan utama, di antaranya evaluasi terhadap seluruh kinerja OPD, peningkatan fasilitas pendidikan, penerangan jalan, penambahan armada angkutan sampah, pelibatan organisasi kemahasiswaan dalam perumusan kebijakan daerah. serta keterbukaan informasi publik sesuai UU No 14 Tahun 2008.
Tak berhenti di kantor bupati, massa kemudian bergerak menuju Kejaksaan Negeri Pangkep. Kali ini, mereka menuntut aparat penegak hukum segera mengusut dugaan kasus korupsi yang merugikan masyarakat Pangkep.
Ketua Umum HMI Cabang Pangkep, Fadli, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar unjuk rasa biasa, melainkan langkah konkret untuk mengawal kebijakan pemerintah dan penegakan hukum di daerah.
“Hari ini kami telah mengambil peran penting dalam mendorong perbaikan untuk masa depan daerah. Kini, bola panas ada di tangan Pemda dan aparat hukum. Harapan kami, mereka serius menindaklanjuti tuntutan ini, bukan sekadar memberikan janji kosong,” tegas Fadli.
Aksi unjuk rasa ini berakhir dengan damai, namun HMI Pangkep menegaskan akan terus mengawal perkembangan tuntutan mereka.








