Kelanjutan Tol Becakayu Seksi 2B Menunggu Keputusan Presiden Prabowo

  • Bagikan
Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu atau Becakayu on Ramp Perumpung. (Foto: Ist)

Pribumi.co.id, Jakarta — Proyek pembangunan Jalan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Tol Becakayu) Seksi 2B yang menghubungkan Bekasi Barat hingga Tambun kini menunggu keputusan final dari Presiden Prabowo Subianto.

Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum, Rachman Arief Dienaputra, telah mengusulkan kelanjutan proyek tersebut kepada Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

AHY meminta evaluasi lanjutan terkait urgensi proyek ini sebelum melaporkannya kepada Presiden. “Kita sudah laporkan, sudah ada yang tahap lelang. Pak Menko akan lapor ke Pak Presiden terkait dengan Tol Becakayu,” ujar Rachman di Kantor Kemenko IPK, Jakarta, Rabu (8/1).

Proyek Tol Becakayu Seksi 2B, yang termasuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN), diperkirakan menelan biaya Rp 5,84 triliun, dengan pembagian paket pengerjaan senilai Rp 3,59 triliun untuk Paket 1 dan Rp 2,25 triliun untuk Paket 2. Menurut Rachman, lelang untuk Paket 1 telah dilakukan, sementara persiapan lelang untuk Paket 2 sedang berlangsung.

“Tahap kedua sedang menunggu tindak lanjut dari pimpinan. Kita tunggu arahan dari Pak Menko ke Pak Presiden,” imbuh Rachman.

Meskipun pembangunan Tol Becakayu Seksi 2B dinilai penting untuk meningkatkan konektivitas di wilayah Bekasi, pemerintah berusaha memastikan proyek tersebut tidak mengganggu program prioritas lainnya.

“Kita masih menunggu kepastian pendanaan dan apakah proyek ini masuk dalam daftar prioritas. Pemerintah memiliki banyak agenda strategis yang telah ditetapkan oleh Pak Presiden,” pungkas Rachman.

Keputusan akhir dari Presiden Prabowo dan koordinasi lanjutan dengan Menko AHY akan menentukan apakah proyek ini dapat segera dilanjutkan atau harus menunggu giliran di tengah prioritas pembangunan infrastruktur nasional lainnya.

  • Bagikan