Soal Pengawasan Pilkada, Ketua Bawaslu RI Ingatkan Panwascam Bukan Intelijen

  • Bagikan
Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja. (Foto: Istimewa)

Pribumi.co.id, JAKARTA – Ketua Bawaslu RI, Rahmat Bagja, mengingatkan panitia pengawas kecamatan (Panwascam) untuk hadir langsung selama masa kampanye Pilkada 2024.

Diketahui, kampanye untuk Pilkada Serentak 2024 akan berlangsung dari 25 September hingga 23 November 2024 mendatang.

Bagja menegaskan pentingnya pengawasan langsung di lapangan, bukan hanya melalui televisi.

“Saya yakin kampanye jarang disiarkan di televisi nanti,” kata Bagja dalam pernyataan tertulisnya yang diterima media ini, Minggu (7/7/2024) kemarin.

Bagja juga mengingatkan Panwascam untuk selalu mengenakan tanda pengenal sebagai bukti kehadiran Bawaslu selama tahapan Pilkada 2024.

“Panwascam bukan intelijen, tetapi pengawas kampanye, jadi harus menggunakan identitas. Rompi dan topi kalau ada juga harus dipakai,” katanya.

Dia meminta Panwascam membuat laporan hasil pengawasan (LHP) secara rinci dan menyerahkannya kepada Bawaslu kabupaten/kota setempat.

“Laporan harus menjelaskan detail seperti pasangan yang kampanye, perkiraan jumlah peserta, dan siapa yang bertanggung jawab dalam tim kampanye,” terang dia.

“Jika tidak ada temuan, jangan tulis ‘nihil’ tetapi ‘tidak ada pelanggaran’,” tambah Bagja.

Bagja juga mendorong Panwascam untuk menjalin koordinasi yang baik dengan kepolisian sektor (Polsek) setempat.

“Kerjasama yang baik akan mempermudah penyelesaian masalah melalui Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu),” terang dia.

Sementara Anggota Bawaslu RI, Herwyn JH Malonda, menambahkan bahwa Panwascam perlu meningkatkan kinerja pada Pilkada 2024 dibandingkan Pemilu 2024.

“Pilkada memiliki tantangan tersendiri, seperti politik lokal yang berbeda di setiap wilayah,” ujarnya.

Herwyn berharap Panwascam tidak hanya memahami regulasi, tetapi juga mampu menerapkannya sesuai kondisi dan kearifan lokal di lapangan.

“Pengawas ad hoc memiliki peran strategis dalam menghadapi masalah faktual di lapangan,” katanya.

Menurut Herwyn, pengawasan Pilkada 2024 bukanlah tugas mudah karena melibatkan seluruh tahapan, dari sebelum dimulai, selama berlangsung, hingga setelah selesai.

“Sebelum tahapan dimulai, kita harus bisa memetakan potensi masalah dan pencegahannya. Saat tahapan berlangsung, pengawas harus memastikan tahapan sesuai regulasi dan kearifan lokal. Setelah tahapan selesai, pengawas harus tahu tindakan yang perlu dilakukan jika ada masalah,” jelasnya.

Herwyn mengimbau Panwascam untuk bekerja dengan penuh kesungguhan dan tanggung jawab, bekerja secara efektif dan efisien, serta memprioritaskan pekerjaan yang penting. (**)

  • Bagikan