Pribumi.co.id, MAKASSAR – Organisasi masyarakat (Ormas) Pandawa Pattingalloang Sulawesi Selatan (Sulsel), berencana melakukan sweeping siswa ‘siluman’ di sekolah tingkat SMA Negeri Makassar.
Hal itu dilakukan Pandawa Pattingalloang lantaran buntut dari proses penerima peserta didik baru (PPDB) di Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Sulsel yang sudah selesai.
Namun, Disdik Sulsel pada 6 Juli 2024 telah menyebarkan dan memasukkan daftar list nama-nama siswa beserta nomor teleponnya untuk diakomodir di sekolah-sekolah dengan tanpa status yang jelas.
“Sudah ada nama-nama yang turun di sekolah dan mereka ini bukan lulus dari jalur apa yang tersedia,” ungkap salah satu orang tua siswa yang enggan namanya ditulis.
Sementara itu, salah satu orang tua siswa beserta masyarakat lainnya yang merasa tidak mendapatkan keadilan dan penyamarataan hak anaknya antusias ikut dalam gerakan sweeping siswa siluman tersebut.
Terkait hal ini, Ketua Umum Pandawa Pattingalloang Sulsel, Jamil mengajak melakukan gerakan sweeping.
“Kita harus mulai dari sekarang untuk selamatkan pendidikan sebelum semakin bobrok,” kata Jamil kepada wartawan di Makassar, Selasa (9/7/2024).
“Kalau kita tidak tegas, pejabat berkepentingan tentunya akan melakukan kewenangan sesukanya dalam mengambil keputusan,” tambah Jamil.
Jamil juga mendesak Penjabat (Pj) Gubernur Sulsel mencopot kepala bidang (Kabid) dan kepala dinas (Kadis) Pendidikan Sulsel sebagai orang yang bertanggung jawab dalam memasukkan ratusan siswa ‘siluman’ di sekolah-sekolah SMA Negeri Makassar.
“Apapun alasannya, yang dimasukkan itu siswa diluar jalur yang tidak lulus murni. Jadi semua anak punya hak yang sama untuk ditampung bukan dipilih-pilih,” tegas dia.
Lanjut Jamil menuding Disdik Sulsel melakukan pembodohan publik, di mana masih ada yang lebih dekat jarak rumahnya, namun tidak lolos pemenuhan kuota PPDB tersebut.
“Coba buka dan ayo sama-sama kita lihat datanya yang jarak pemenuhan kuota yang dimaksud Disdik Sulsel. Itulah semua siswa siluman dimana menampung orang yang sudah tidak lulus,” katanya.
Lebih jauh Jamil menyampaikan, itu semua sampai saat ini yang fiks adalah titipan dan penambahan rombongan belajar (Rombel) ini melanggar aturan.
“Tentunya kami akan memperkarakan. Kami tantang buka datanya dan kami minta kawan-kawan bergabung di hari Rabu kita sweeping di SMA-SMA Negeri Makassar,” ujar dia.
Untuk diketahui, pada Senin (8/7/2024) sepasang suami istri bekerja sebagai ASN Kementerian Tenaga Kerja Republik Indonesia datang mengkomplen Disdik Sulsel.
Dimana anaknya tidak lulus jalur pemenuhan kuota melalui perangkat jarak zonasi namun tetangganya lolos.
Kedua orang tua siswa tersebut ditemui langsung Kabid SMA Disdik Sulsel, Muh Nurkusuma.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan. (*)








