HMI–DPRD Pangkep Berdialog di Bulan Ramadan, HMI Tegaskan Independensi dan Akhiri Polemik dengan Saling Memaafkan

  • Bagikan

Pribumi.co.id Pangkep — Dinamika antara Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan DPRD Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) akhirnya menemukan titik temu. Di tengah suasana Ramadan yang khidmat, kedua pihak memilih duduk satu meja, meredam polemik yang sempat menghangat akibat pernyataan publik salah satu anggota dewan, Audies berlangsung di kantor DPRD pada Senin, (2 /3/2026).

Audiensi yang berlangsung di Kantor DPRD Pangkep itu dipimpin Ketua Komisi II, Lutfi Hanafi dari Fraksi Gerindra. Pertemuan digelar sebagai respons atas pertanyaan yang sebelumnya beredar di ruang publik: “Ada apa dengan HMI?” — kalimat yang kemudian memantik beragam tafsir di kalangan kader dan alumni.

HMI Tegas: Organisasi Independen, Punya Mekanisme Internal

Ketua Umum HMI Cabang Pangkep, Fadli, dalam forum tersebut menegaskan bahwa HMI tidak sedang dalam kondisi bermasalah. Ia menyayangkan munculnya pertanyaan di media tanpa konfirmasi langsung kepada pengurus.

“Jika ada yang ingin diklarifikasi, seharusnya bisa disampaikan langsung kepada kami. Supaya tidak berkembang menjadi persepsi liar,” ujarnya.

Fadli menekankan bahwa HMI adalah organisasi mahasiswa independen yang memiliki mekanisme dan sistem internal sendiri. Ia mengingatkan agar tidak ada pihak yang mencampuri urusan rumah tangga organisasi.

Senada dengan itu, Ardan Aidin, bagian dari keluarga besar HMI, menyebut pertanyaan tersebut memang terdengar sederhana, tetapi sensitif bagi kader.

“HMI berdiri sejak 1947 dan memiliki sejarah panjang dalam mengawal demokrasi. Pernyataan di ruang publik tentu berpengaruh terhadap persepsi masyarakat,” katanya.

Menurut Ardan, dalam sistem demokrasi, lembaga legislatif yang menggunakan anggaran publik memang berada dalam ruang kontrol masyarakat. Sementara organisasi kemahasiswaan seperti HMI berdiri dalam ranah independen, bukan objek intervensi politik.

Ketua partai PPP Terbuka, Siap Diaudit

Dalam kesempatan yang sama, anggota DPRD Pangkep dari Fraksi PPP, Umar Haya, menegaskan sikap terbuka terkait tuntutan agar aparat penegak hukum (APH) mengaudit dana hibah partai.

“Kami dari PPP terbuka dan siap jika dana hibah partai diperiksa. Tidak ada yang perlu ditutup-tutupi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pernyataan yang beredar sebelumnya dimaksudkan sebagai pertanyaan, bukan tudingan. Umar juga mengajak semua pihak menjadikan Ramadan sebagai momentum introspeksi.
“Bulan puasa ini bulan yang baik untuk saling meminta maaf. Tidak ada manusia yang luput dari kekeliruan,” katanya.

Ditutup dengan Saling Memaafkan

Sebagai pimpinan rapat sekaligus alumni HMI, Lutfi Hanafi berperan menjembatani komunikasi. Ia mengajak semua pihak menurunkan tensi dan menjaga hubungan baik antara lembaga legislatif dan organisasi mahasiswa.

“Mari kita saling memaafkan di bulan penuh berkah ini,” ucapnya.

Audiensi berlangsung terbuka dan kondusif. Pertemuan diakhiri dengan jabat tangan dan foto bersama simbol bahwa perbedaan tafsir tak harus berujung pada perpecahan.

Dialog ini menjadi penegasan bahwa HMI tetap berdiri sebagai organisasi independen yang siap berdiskusi secara elegan, sekaligus membuktikan bahwa dinamika demokrasi di Pangkep dapat diselesaikan melalui komunikasi langsung, bukan melalui polemik berkepanjangan di ruang publik.

  • Bagikan