Pribumi.co.id, Pangkep – Pemerintah Desa Mattiro Labangeng, Kecamatan Liukang Tupabbiring Utara, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, menggelar rembuk stunting yang dirangkaikan dengan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Inklusi di Pulau Laiya, Jumat (7/6/2025).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya terpadu untuk mempercepat penanganan dan pencegahan stunting di wilayah kepulauan.
Diketahui, rembuk stunting melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari kader Posyandu, Tim Penggerak PKK, petugas kesehatan desa, hingga tenaga medis dari Puskesmas Sabutung.
Forum ini juga menjadi wadah penting untuk memperkuat sinergi dan menyusun strategi bersama menurunkan angka stunting yang masih ditemukan di desa tersebut.
“Kami menargetkan pada 2026, Desa Mattiro Labangeng dapat mencapai nol kasus stunting. Saat ini, tinggal tiga kasus yang tercatat di Pulau Laiya,” ujar Kepala Desa Mattiro Labangeng, Musmuliadi saat memberikan sambutan.
Dia juga menjelaskan, capaian tersebut tidak lepas dari keterlibatan aktif seluruh unsur, termasuk kader PKK dan petugas kesehatan.
“Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci dalam menghadapi tantangan geografis dan keterbatasan akses layanan di wilayah kepulauan,” tandas Musmuliadi.
Usai rembuk stunting, pelaksanaan Musrenbang Inklusi digelar. Forum ini membuka ruang partisipasi bagi kelompok rentanm seperti perempuan, anak, lansia, dan penyandang disabilitas dalam proses perencanaan pembangunan desa.
Sekadar diketahui, Desa Mattiro Labangeng merupakan salah satu desa kepulauan di Pangkep yang menghadapi tantangan geografis cukup kompleks dalam penyediaan layanan dasar, terutama kesehatan. Namun, dalam dua tahun terakhir, upaya penguatan kelembagaan desa dan pemberdayaan komunitas lokal dinilai berhasil menurunkan angka stunting secara signifikan.
Kegiatan ini turut dihadiri Camat Liukang Tupabbiring Utara, Husni; Kepala Subsektor Thamrin; Tenaga Ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD), Sriwahyuningsi; serta para pendamping desa. (Arman/Pribumi)






