KNPI Pangkep Dinilai Mati Suri, HMI Desak Musda

  • Bagikan
Pengurus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pangkep. (Foto: Istimewa)

Pribumi.co.id, Pangkep – Ketua Cabang Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), Muhammad Fadli, mempertanyakan keberlanjutan organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pangkep yang dinilai stagnan di bawah kepemimpinan Muhammad Yusran Lalogau (MYL).

Fadli menyoroti belum adanya Musyawarah Daerah (Musda) KNPI Pangkep, meskipun masa kepengurusan disebut telah berakhir sejak tahun 2022.

“Seharusnya KNPI Pangkep sudah melaksanakan Musda. Masa jabatan pengurus maksimal tiga tahun, tapi ini sudah hampir tujuh tahun tanpa pembaruan struktur,” kata Fadli dalam keterangan tertulis yang diterima Kantor Berita Pribumi.co.id di Pangkajene, Selasa (4/6/2025).

Fadli menilai, selama beberapa tahun terakhir KNPI Pangkep nyaris tak terdengar gaungnya di tengah organisasi kepemudaan (OKP). Ia menyebut, organisasi itu seperti “mati suri”.

“Kinerja KNPI Pangkep di bawah kepemimpinan MYL mandek. Bahkan, tak terlihat fungsi organisasi sebagai wadah berhimpun bagi OKP-OKP di daerah,” ujarnya.

Dia juga menyoroti perbandingan masa jabatan yang tidak wajar.

“Masa jabatan bupati saja hanya lima tahun, sedangkan KNPI hanya tiga tahun. Ini malah dibiarkan berlarut hingga hampir tujuh tahun tanpa Musda,” ucapnya.

Sebagai bentuk desakan, HMI Cabang Pangkep meminta Dewan Pengurus Daerah (DPD) I KNPI Sulawesi Selatan untuk segera menurunkan tim karateker ke DPD II KNPI Pangkep.

“Ini penting agar ada penyegaran dan regenerasi dalam tubuh KNPI. Jangan sampai organisasi pemuda ini justru menjadi contoh buruk dalam hal kaderisasi,” ujar Fadli.

Dia merujuk pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KNPI, khususnya Pasal 23 ayat 4, yang menegaskan bahwa Musda harus digelar setiap tiga tahun sekali.

Menurutnya, keberadaan KNPI semestinya menjadi rumah besar bagi seluruh OKP di Pangkep, bukan malah pasif tanpa agenda strategis.

“Kami harap ketua KNPI Pangkep bisa menyikapi hal ini secara bijak. Sudah waktunya ada regenerasi demi keberlanjutan organisasi,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Pribumi.co.id masih berupaya mengonfirmasi Muhammad Yusran Lalogau terkait desakan HMI Pangkep tersebut.

  • Bagikan