Pribumi.co.id, Pangkep – Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) sukses menggelar diskusi bertajuk Ngobrol Pendidikan (Ngopi) di Warkop Teras Kadin, Jalan Sultan Hasanuddin, Kelurahan Tumampua, Kecamatan Pangkajene, Jumat (7/2/2025).
Dialog ini mengusung tema Arah dan Tantangan Pendidikan dalam Peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Pangkep, menghadirkan tiga narasumber, yakni Ketua Dewan Guru Besar Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar Prof Dr H Ansar, Ketua Komisi 2 DPRD Pangkep H Lutfi Hanafi, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadis Dikbud) Pangkep Dr Sabrun Jamil.
Sementara itu, Presidium MD KAHMI Pangkep, Asruddin, yang juga Direktur Utama PT Semen Tonasa, didaulat memberikan opening speech. Dalam sambutannya, Asruddin menekankan pentingnya pembenahan arah pendidikan di tengah perubahan kebijakan dalam satu dekade terakhir.
“Dua tantangan besar dunia pendidikan saat ini adalah bonus demografi dan kesiapan menuju Indonesia Emas 2045,” ujarnya.
Pada kesempatan ini, Asruddin juga menyoroti maraknya praktik komersialisasi di dunia pendidikan.
“Saat ini kampus kesannya menjadi korporasi yang berlomba-lomba menerima mahasiswa sebanyak mungkin. Pertanyaannya, bagaimana kesiapan fasilitas dan kualitas sistem pengajarannya?” tandasnya.
Sementara itu, dalam pemaparannya, Prof Ansar menegaskan bahwa kemajuan suatu daerah sangat bergantung pada kualitas pendidikan.
“Kualitas SDM ditentukan oleh kualitas pendidikan. Sayangnya, di banyak daerah, yang dikejar adalah ijazah, bukan ilmunya,” ungkapnya.
Diskusi berlanjut dengan penyampaian materi oleh Ketua Komisi 2 DPRD Pangkep, Lutfi Hanafi, serta Kadis Dikbud Pangkep, Dr Sabrun Jamil. Sesi dialog interaktif antara peserta dan narasumber turut memperkaya diskusi terkait tantangan pendidikan di Kabupaten Pangkep.








