Pribumi.co.id, Makassar – Kursi Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar memicu polemik antara Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel). Kedua pihak berselisih paham terkait penunjukan pejabat untuk posisi strategis ini.
Wali Kota Makassar, Moh. Ramdhan “Danny” Pomanto, mengusulkan Muhammad Yasir sebagai Pj Sekda yang baru. Yasir saat ini menjabat sebagai Asisten I Pemkot Makassar dan dinilai memiliki kinerja mumpuni. Namun, Pemprov Sulsel melalui Sekda Sulsel, Jufri Rahman, menolak usulan tersebut dan tetap menunjuk Irwan Adnan untuk melanjutkan posisinya sebagai Pj Sekda Makassar.
Saat dimintai tanggapan, Jufri Rahman membenarkan adanya keputusan tersebut, tetapi enggan memberikan penjelasan detail. Ia meminta agar teknis pelaksanaan kebijakan itu ditanyakan langsung ke Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulsel.
“Tanya Ibu Ani (Kepala BKD) karena teknis. Itu kewenangannya,” ujar Jufri kepada wartawan di Kantor Gubernur Sulsel, Selasa (21/1/2025).
Di sisi lain, Danny Pomanto menyatakan telah menerima surat dari Pemprov terkait keputusan tersebut. Meski demikian, ia menegaskan akan tetap mengajukan Muhammad Yasir sebagai Pj Sekda.
“Saya sudah terima suratnya, tetapi saya akan balas. Yang diangkat jadi sekda tidak boleh melanggar aturan, dan Pak Yasir selama ini memiliki performa yang sangat baik,” tegas Danny.
Danny pun menunjuk Muhammad Yasir sebagai Pelaksana Harian (Plh) Sekda Makassar untuk mengisi kekosongan jabatan. Ia menilai Yasir adalah pejabat senior yang tidak memiliki catatan buruk selama menjabat.
“Pak Yasir itu senior, dan selama ini performanya sangat bagus. Jadi sementara, beliau tetap sebagai Plh,” kata Danny.
Danny juga meminta agar polemik ini tidak diseret ke ranah politik. Ia berharap pengangkatan Pj Sekda dilakukan berdasarkan kebutuhan administrasi dan profesionalisme.
“Tolong jangan politis. Kita fokus saja menyelesaikan tugas-tugas pemerintahan dengan baik,” pungkasnya.
Perseteruan ini menambah daftar panjang polemik antara Pemkot dan Pemprov Sulsel. Keputusan akhir soal Pj Sekda Makassar kini menjadi sorotan publik, khususnya warga Kota Daeng.








